Faskes

Sistem Triase Faskes BPJS Kesehatan di Surabaya

Prosedur Penggunaan Layanan BPJS Kesehatan di Luar Kota

Bagi warga Kota Surabaya yang belum terdaftar sebagai peserta JKN – KIS BPJS Kesehatan sebaiknya segera melakukan pendaftaran, mengingat betapa pentingnya Fasilitas kesehatan yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan memberikan faskes yang diberikan meliputi dokter praktek pribadi, dokter gigi, puskesmas, rumah sakit, klinik, apotik, optik dan faskes lainnya yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Ada yang berbeda dengan Surabaya dalam memberikan faskes kepada peserta BPJS. Faskes BPJS Kesehatan di Surabaya menerapkan sistem triase di Puskesmas Alian. 

Apa itu sistem triase? 

Sistem triase merupakan proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit.

Proses seleksi dilakukan untuk mendapatkan urutan penanganan sesuai tingkat kegawatdaruratan pasien, seperti kondisi cedera ringan, cedera berat yang bisa mengancam nyawa dalam hitungan menit dan jam, atau sudah meninggal.

Nah, uniknya salah satu Puskesmas Alian yang berada di Surabaya menerapkan sistem ini dalam menyeleksi pasien yang memang harus diprioritaskan untuk mendapatkan penanganan. Faskes BPJS Kesehatan di Surabaya memberlakukan sistem ini untuk menangani pasien BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan di Surabaya

Jenis Sistem Triase di IGD

Sistem triase IGD untuk menunjang faskes BPJS Kesehatan di Surabaya terbagi menjadi empat kategori warna. Empat kategori warna tersebut memiliki arti masing-masing yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Pasien dengan kategori merah adalah pasien prioritas pertama atau area resusitasi yang sangat membutuhkan pertolongan.

Kriteria pasien kategori merah adalah pasien yang mengalami kondisi kritis sehingga perlu dilakukan tindakan medis yang cepat. Karena bersangkutan dengan keselamatan nyawa seorang pasien.

Ketegori berikutnya adalah pasien dalam kategori kuning yang mendapatkan fasilitas kesehatan prioritas kedua atau disebut juga dengan area tindakan. Pasien tidak dalam kondisi kritis. Kategori ketiga yang termasuk ke dalam prioritas ketiga atau area observasi. Umumnya Pasien dalam kategori ini mengalami cedera ringan dan biasanya masih mampu berjalan.  Terakhir, kategori hitam yang hanya diperuntukkan bagi pasien yang sudah tidak mungkin ditolong lagi atau sudah meninggal.

Sebelum memberikan sebuah tindakan untuk pasien faskes BPJS Kesehatan yang berlaku di Surabaya dengan sistem triase ini memiliki beberapa prosedur yang harus dilakukan.  Pertama, pasien yang tiba di Instalasi Gawat Darurat akan memperoleh tindakan pemeriksaan singkat dan cepat oleh dokter untuk menentukan kondisi pasien.

Pemeriksaan ini meliputi kondisi umum, tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan), kebutuhan medis, dan kemungkinan bertahan hidup. Setelah proses pemeriksaan selesai, warna traise ini akan ditentukan oleh dokter  yang sesuai dengan kondisi pasien saat pemeriksaan berlangsung. Pasien dengan hasil triase kategori merah akan langsung diberikan tindakan medis lebih lanjut.

Biasanya pasien akan dipindahkan ke ruang operasi atau dirujuk ke rumah sakit lain.  Namun jika berada di kategori kuning, pasien akan dipindahkan ke ruang observasi pasien. Sedangkan pasien yang hasil pemeriksaannya dengan kategori hijau akan dipindahkan ke rawat jalan. Jika kondisinya memungkinkan pasien dapat diperbolehkan untuk pulang. Pasien dalam kategori hitam, langsung dipindahkan ke ruang jenazah.

Dokter akan melakukan status triase secara berkala karena kondisi pasien dapat berubah. Sehingga dokter akan melakukan tindakan triase ulang. Misalnya, pasien yang berada dalam kategori hijau dapat berpindah ke kategori merah ketika kondisinya bertambah parah. Tentu dokter akan memprioritaskan pasien yang berada di kategori sangat membutuhkan tindakan medis.

Leave a Comment