BPJS Ketenagakerjaan

Prosedur Pendaftaran Pekerja Penerima Upah

Kesehatan, keselamatan pada saat bekerja memang sesuatu yang sangat penting dan tak bisa dianggap sepele. Kehidupan yang semakin jauh dari sehat dan harga obat dan pengobatan yang semakin lama semakin mahal, keselamatan pada saat bekerja  membuat kita harus mempunyai asuransi kesehatan dan keselamatan kerja.

Indonesia sebagai negara yang memiliki standar kesehatan dan keselamatan kerja yang masih jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju, terus bergerak memperbaiki sistem dan fasilitasnya. Selain asuransi kesehatan, salah satu upaya dan usaha pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kesehatan di Indonesia adalah dengan menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.

Program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan ada agar bisa mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat akan jaminan sosial terkait kesehatan dan ketenagakerjaan. Jika Anda bekerja pada sebuah perusahaan Seperti layaknya asuransi, cara daftar BPJS Kesehatan ini ada 2 pilihan, yaitu secara offline dan online. Berikut cara daftar jadi peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Ada banyak katagori dalam BPJS salah satunya adalah peseta penerima upah. Lantas siapa yang dimaksud pekerja Penerima Upah? Pekerja penerima upah adalah yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lain dari pemberi kerja.

Peserta Penerima Upah dikelompokkan menjadi dua

  1. Pekerja yang bekerja pada penyelenggara negara, meliputi CPNS dan PNS, anggota TNI dan Polri, pejabat negara, pegawai pemerintah non-PNS, prajurit siswa TNI, dan peserta didik Polri.
  2. Pekerja yang bekerja pada pemberi kerja selain penyelenggara negara, seperti karyawan BUMN/BUMD, karyawan perusahaan swasta, yayasan, dan joint venture.

Lalu bagaimana cara mendaftarkan para peserta tersebut? Berikut caranya.

Baca juga :  Apa Saja Fungsi BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Kesehatan

  1. Perusahaan atau Badan usaha mendaftarkan seluruh karyawan beserta anggota keluarganya ke Kantor BPJS Kesehatan dengan melampirkan persyaratan :
    1. Formulir Registrasi Badan Usaha atau Badan Hukum Lainnya
    2. Data Migrasi karyawan dan anggota keluarganya sesuai format yang telah ditentukan oleh BPJS Kesehatan.
  2. Perusahaan atau Badan Usaha menerima nomor Virtual Account (VA) untuk dilakukan pembayaran ke Bank yang telah bekerja sama dengan pihak BPJS (BRI/Mandiri/BNI)
  3. Bukti Pembayaran iuran diserahkan ke Kantor BPJS Kesehatan untuk proses pencetakkan kartu peserta JKN atau mencetak e-ID secara mandiri oleh Perusahaan atau Badan Usaha.

BPJS Ketenagakerjaan

Kepesertaan penerima upah dapat mengikuti 4 program BPJS ketenagakerjaan secara bertahap seperti yang sudah yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Cara menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan adalah:

  1. Buka situs resmi dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/ 
  2. Klik “Daftarkan Saya”, kemudian pilih dari 3 pilihan yang tersedia (perusahaan, individu atau pekerja migran)
  3. Bila perusahaan yang dipilih, maka masukan email perusahaan Anda  atau perwakilan wadah kelompok Anda untuk mendaftar.
  4. Kemudian tunggulah email balasan pemberitahuan dari BPJS  dan ikuti setiap tahapan selanjutnya.
  5. Mengisi formulir untuk pendaftaran perusahaan (F1)
  6. Mengisi formulir untuk pendaftaran pekerja (F1a)
  7. Setelah semua proses sudah dilengkapi, Anda hanya tinggal membawa persyaratan yang telah disiapkan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat di kota Anda.
Prosedur Pendaftaran Pekerja Penerima Upah

Jenis program dan manfaat yang diperoleh dengan mendaftar di BPJS ketenagakerjaan adalah

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), terdiri dari biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi dan lainnya.
  2. Jaminan Kematian (JK), terdiri dari biaya pemakaman  dan santunan secara berkala.
  3. Jaminan Hari Tua (JHT) terdiri dari seluruh iuran yang telah dibayarkan beserta hasil pengembangannya. 
  4. Jaminan Pensiun (JP)

Leave a Comment