BPJS Ketenagakerjaan BPJS Pekerja

Berapa Potongan BPJS Ketenagakerjaan?

Tahukah Anda berapa potongan BPJS Ketenagakerjaan? Bagi sebuah perusahaan tentu sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab sendiri atas setiap karyawan yang dipekerjakan. Di  Indonesia sendiri, pemerintah sudah mewajibkan setiap karyawan untuk ikut serta menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk jaminan sosial bagi setiap karyawan.

Karyawan yang ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan adalah sebuah investasi jangka panjang bagi perusahaan. Hal ini karena saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengenai keselamatan jiwa karyawan, perusahaan tidak akan menanggung seluruh biaya yang diperlukan Biaya itu akan ditanggung bersama dengan partisipasi karyawan dalam iuran atau potongan BPJS Ketenagakerjaan.

Berapa Potongan BPJS Ketenagakerjaan?

Untuk keikutsertaan karyawan perusahaan pun bisa dilakukan dengan mendaftarkan diri secara langsung melalui kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dari lokasi perusahaan. Namun, jika tidak ingin kerepotan, Anda bisa mendaftarkan karyawan secara online melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan.

Umumnya, besaran iuran yang akan dipotong dari gaji karyawan pun cukup bervariasi. Semuanya tergantung dengan program apa saja yang mereka ingin ikuti. Namun, dasar perhitungan besaran iuran tersebut adalah upah karyawan total setiap bulannya. Di bawah ini rincian selengkapnya.

Besaran Potongan BPJS Ketenagakerjaan

Jika diuraikan secara rinci, berikut merupakan program jaminan sosial pemerintah dari BPJS Ketenagakerjaan beserta besaran iurannya yang bisa Anda ketahui:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja

Program JKK bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada setiap karyawan atas risiko kecelakaan yang mungkin terjadi saat mereka bekerja. Tentunya risiko tersebut bisa berupa kecelakaan fisik, penyakit, ataupun hal lain yang mungkin terjadi di lingkungan pekerjaan.

Jika risiko semakin tinggi, maka tentu saja semakin besar pula iuran yang harus dibayarkan. Iuran tersebut seluruhnya ditanggung oleh pihak perusahaan dengan jumlah diambil dari total upah karyawan setiap bulannya.

Baca juga :  Daftar Nomor Telpon BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Indonesia

Untuk risiko pekerjaan yang sangat rendah iuran yang perlu dibayarkan sebesar 0,24%. Kemudian pada risiko kerja rendah besaran iuran mencapai 0,54%. Untuk risiko kerja sedang, jumlah iuran yang harus dibayarkan adalah 0,89%. Untuk karyawan dengan risiko kerja tinggi, besaran iuran mencapai 1,27%. Terakhir iuran untuk risiko kerja yang sangat tinggi adalah 1,74%.

fungsi BPJS Ketenagakerjaan
  • Jaminan Hari Tua

Program yang satu ini memiliki tujuan sebagai tabungan dari karyawan saat mereka tidak lagi melakukan pekerjaan. Iuran JHT umumnya dilakukan setiap bulan sampai karyawan tidak lagi bertugas di perusahaan tersebut. Umumnya masa purna tugas tersebut terjadi pada usia sekitar 56 tahun.

Selanjutnya, iuran tersebut bisa dicairkan seluruhnya. Jumlah pencairan dana tersebut adalah sejumlah iuran yang dibayarkan selama masa bekerja. Jika mungkin ditambah dengan pengembangan dana. Iuran untuk program ini sendiri sebesar 5,7% dengan 3,7% ditanggung oleh pihak perusahaan dan 2% dipotong dari gaji karyawan setiap bulannya.

  • Jaminan Pensiun

Program ini memberikan dana pensiun berupa uang tunai untuk karyawan yang sudah membayar iuran sedikitnya dalam 180 bulan atau 15 tahun. Dana tersebut diberikan sejak karyawan pensiun hingga meninggal dunia. Kemudian jika terjadi situasi dimana peserta tersebut meninggal sebelum masa pensiun maka dana tersebut akan diberikan kepada ahli waris.

Adapun iuran yang diberlakukan dari program ini adalah 3% dari upah karyawan. Dengan pembagiannya 2% ditanggung oleh perusahaan kemudian sisanya dibayar oleh karyawan dari gaji setiap bulan.

  • Jaminan Kematian

Program yang terakhir ini berbentuk asuransi santunan tunai yang nantinya akan diberikan kepada ahli waris karyawan. Adapun besaran iuran tersebut sebesar 0,3% dari total gaji mereka. Iuran itu sendiri sudah menjadi kewajiban pihak perusahaan untuk membayarkannya pada BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga :  Cara Cek BPJS Kesehatan Pekerja Penerima Upah

Itulah besaran potongan dari setiap program BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, baik perusahaan maupun karyawan sama-sama memiliki tanggung jawab untuk membayarkan iuran kepada BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan aturan yang sudah diberlakukan.

Leave a Comment