BPJS Kesehatan

Bagaimana Prosedur Pembayaran Keterlambatan Iuran BPJS

Ancaman denda BPJS Kesehatan yang mencapai hingga Rp 30 juta atas keterlambatan pembayaran iuran bulanan sempat menjadi kepanikan bagi masyarakat. Hal ini dinilai menambah beban di tengah isu kenaikan iuran BPJS hingga 100 persen.

Meskipun sebenarnya aturan mengenai denda keterlambatan BPJS Kesehatan ini sudah tertulis dalam dasar hukum BPJS, yakni Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. adapun Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 hanya mengatur besar iuran baru yang berlaku mulai 1 Januari 2020 lalu. Bedanya adalah nominal denda yang lebih besar.

Meski demikian, tidak semua peserta harus membayar denda jika telat bayar iuran BPJS Kesehatan. Berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2018, Anda tidak usah membayar denda BPJS Kesehatan jika hanya telat bayar BPJS Kesehatan.

Hanya konsekuensinya, status kepesertaan Anda akan nonaktif yang menyebabkan Anda tidak bisa lagi menikmati fasilitas BPJS Kesehatan untuk sementara. Setiap bulannya pembayaran iuran BPJS dilakukan paling lambat tanggal 10. Jika terlewat maka status peserta akan otomatis nonaktif sementara.

Anda hanya tinggal membayar iuran selama bulan menunggak untuk bisa kembali mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan. misal Anda telat dari bulan Januari hingga Februari 2020 atau selama 2 bulan. Maka itulah tunggakan yang harus Anda bayar dikalian nominal iuran berdasarkan jumlah anggota keluarga dan kelas pelayanan yang Anda ambil.

Pembayaran Keterlambatan Iuran BPJS

Berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2018, tunggakan maksimal yang harus Anda bayarkan adalah 24 bulan. Artinya, jika Anda menunggak lebih dari dua tahun, maka tunggakan yang harus Anda bayar hanya berjumlah 24 bulan dikali premi kelas Anda.

Meskipun nantinya status kartu BPJS Anda langsung aktif kembali setelah bayar tunggakan. Anda tidak begitu saja dapat menggunakannya ketika Anda harus rawat inap. Minimal, Anda harus menunggu hingga 45 hari sebelum kembali dapat menikmati fasilitas BPJS agar tidak kena denda BPJS Kesehatan.

Baca juga :  Cara Bayar Tunggakan BPJS Kesehatan

Jika dalam waktu kurang dari 45 hari setelah pembayaran keterlambatan Anda sudah menjalani rawat inap, maka BPJS Kesehatan akan memberlakukan denda dengan perhitungan denda sebesar 2,5% dikali total biaya selama Anda rawat inap dikali jumlah bulan menunggak. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan. Besar denda paling tinggi adalah Rp 30.000.000.

Sebagai contoh, peserta merupakan pemegang kartu BPJS kelas 2 dengan nominal premi Rp 110,000 per bulan dan telah menunggak selama 3 bulan. Kemudian peserta tersebut melunasi tunggakan selama 3 bulan itu dan menggunakannya untuk rawat inap selama tujuh hari sebelum tenggat 45 hari berakhir dengan biaya rawat inap Rp5.000,000. Maka biaya denda BPJS yang harus peserta tanggung adalah 2,5% x 3 (bulan terlambat) x Rp 5.000.000 =Rp 375.000.

Maka sangat penting untuk selalu membayar iuran BPJS tepat waktu. Dengan Anda membayar iuran bulanan BPJS tepat waktu, Anda tidaknya hanya sedang mengantisipasi diri dari besarnya denda dan penumpukan akumulasi iuran semata.

Tapi dengan tidak terlambat membayar iuran BPJS Kesehatan, artinya Anda telah turut serta membantu banyak orang dalam menikmati fasilitas pelayanan kesehatan secara gotong royong dan bertanggung jawab. Sebab di seluruh Indonesia tersebar anggota pengguna BPJS Kesehatan lainya yang sangat membutuhkan. Bila Anda merasa telat bayar BPJS, segera lunasi tunggakan Anda dan jangan menunggu hingga jatuh sakit terlebih dahulu.

Leave a Comment