BPJS Kesehatan

Cara Mudah Cek Denda BPJS Kesehatan

Cek denda BPJS kesehatan harus dilakukan khususnya bagi masyarakat Indonesia yang tidak membayar iuran tepat waktu. BPJS kesehatan merupakan salah satu program pemerintah yang dapat membantu meringankan beban pengeluaran biaya kesehatan.

Tagihan yang dibebankan kepada masyarakat tidak sama, karena BPJS kesehatan dibagi menjadi 3 kelas.

cara cek denda bps kesehatan

Bagaimana Cek Denda BPJS Kesehatan?

Cek denda BPJS kesehatan sangat mudah dan cepat. Denda masing-masing kelas berbeda tergantung berapa lama telat dalam membayar iuran. Adapun kelas BPJS mempunyai ketentuan yang berbeda soal besarnya iuran yang harus dibayar.

Sejak tanggal 1 Januari 2020 beban iuran yang ditanggung masyarakat meningkat. Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • Kelas I semula membayar iuran sebesar 25.500, namun mulai tanggal 1 Januari 2020 naik menjadi 42.000 rupiah per bulan.
  • Kelas 2 yang semula membayar sebesar 51.000 dimulai awal januari 2020 naik menjadi 110.000 rupiah per bulan.
  • Untuk kelas 3 yang semula iuran sebesar 80.000 per bulan mulai tanggal 1 Januari naik menjadi 160.000 per bulan. 

Namun meskipun demikian masih banyak masyarakat yang tidak disiplin dalam membayar iuran. Sehingga pemerintah memberikan denda atau hukuman kepada masyarakat yang tidak disiplin dalam membayar iuran. Denda dan hukuman tidak sepenuhnya harus membayar uang.

Pemerintah juga memberikan hukuman berupa pemberhentian sementara keikutsertaan jika terlambat membayar 1 bulan. Namun jika Anda terlambat membayar iuran dan menjalani rawat inap, sudah pasti harus membayar denda. Adapun penjelasan tentang denda adalah sebagai berikut:

  • Denda telat iuran 3 bulan

Bagi peserta yang tidak membayar iuran selama 3 bulan maka kartu BPJS tidak dapat digunakan sampai tanggungan selama 3 bulan tersebut dibayarkan. Adapun contoh sebagai berikut:

Ahmad merupakan peserta BPJS kesehatan kelas 1 dan sudah terlambat pembayaran selama 3 bulan maka Ahmad cukup membayar 3 x 42.000 = 126.000 untuk mengaktifkan kartu BPJS-nya.

  • Denda telat iuran 2 bulan, dan masuk rumah sakit 10 hari setelah bayar iuran.
Baca juga :  Apakah Berarti Bila Iuran PBI Dibayar Pemerintah Maka Peserta Tidak Lagi Membayar Iuran Bulanan?

Ketika Anda terlambat membayar iuran selama 2 bulan dan 10 hari setelah melunasi iuran masuk rumah sakit dan menjalani rawat inap maka ada denda yang wajib Anda bayar. Karena ketentuannya jika sebelum 45 hari setelah pelunasan melakukan rawat inap maka wajib membayar denda 2.5% dari biaya rawat inap dikali jumlah bulan telat iuran. Sebagai contoh:

Rudi terlambat membayar iuran selama 2 bulan dan sudah melunasi. Namun 10 hari setelah pelunasan Rudi masuk rumah sakit dan harus rawat inap yang menghabiskan biaya 10 juta. Maka Rudi harus membayar denda sebesar 2.5 % x 10 juta x 2 = 500.000.

Adapun untuk lebih mudahnya melihat berapa total denda yang dibebankan kepada Anda langsung saja login ke https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/ maka Anda cukup mengisi beberapa data diantaranya nomor kartu, tanggal lahir, dan masukkan kode validasi yang ada di atas kolom kemudian klik cek. Maka biaya denda yang dibebankan kepada Anda akan muncul.

Jika tidak dapat menggunakan cara online Anda juga dapat mengecek denda kartu BPJS Anda lewat sms. Adapun formatnya adalah sebagai berikut:

  • NIK <spasi> Nomor Kependudukan kirim ke 08777-5500-400
  • NOKA <spasi> Nomor kartu BPJS kirim ke 08777-5500-400
  • NIP < spasi> Nomor Induk Pegawai kirim ke 08777-5500-400
Cara Mudah Cek Denda BPJS Kesehatan

Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk mengecek denda yang dibebankan kepada Anda karena terlambat dalam membayar iuran sangat mudah. Demikian itu adalah cara mudah cek denda BPJS kesehatan. Semoga bermanfaat.

Add Comment

Leave a Comment