BPJS Ketenagakerjaan

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, Syarat dan Ketentuan

BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia. Program ini pun sudah diikuti oleh sebagian perusahaan yang bergerak di Indonesia.

Bahkan dapat dikatakan, program BPJS Ketenagakerjaan ini sebagai salah satu hal yang wajib diberikan oleh perusahaan kepada setiap tenaga kerja yang menjadi tanggung jawabnya.

Sejak beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, BPJS Ketenagakerjaan telah resmi menyelenggarakan 4 program. Keempat program tersebut yaitu Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun bagi seluruh tenaga kerja beserta keluarganya.

Hal ini dilakukan dengan cara pemotongan gaji karyawan setiap bulannya dari setiap perusahaan atau badan usaha menanggung iuran per bulan. Jika  Anda mencari informasi cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, Anda bisa menyimak beberapa langkah berikut. 

Program BPJS Ketenagakerjaan meliputi:

  1. Program Bukan Penerima Upah.
  2. Program Jaminan Hari Tua (JHT)
  3. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  4. Program Jaminan Kematian (JKM)
  5. Program Jaminan Pensiun.
  6. Program untuk Sektor Jasa Konstruksi.

Syarat dan ketentuan pencairan dana jaminan BPJSTK

BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan Kematian

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 2015, JK diberikan dalam bentuk uang tunai kepada ahli waris saat peserta meninggal dunia. Manfaat jaminan atas risiko meninggal dunia ini disalurkan dalam bentuk biaya pemakaman dan santunan berkala.

Pencairan manfaat jaminan kematian wajib dilakukan setidaknya tiga hari kerja setelah surat pengajuan jaminan kematian diterima. Adapun dokumen yang perlu dilengkapi adalah: 

  1. Surat keterangan meninggal dunia dari dokter
  2. Surat keterangan ahli waris
  3. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan Hari Tua

Mengikuti Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2015, dana jaminan hari tua dapat dicairkan dalam bentuk sepuluh, tiga puluh, atau seratus persen sesuai dengan persyaratan.

Namun meski demikian, perlu Anda dipertimbangkan bahwa dana JHT BPJS Ketenagakerjaan tidak selalu menjamin kebebasan finansial di usia pensiun. Karena  kebutuhan biaya hidup di masa pensiun mencapai 70 hingga 80 persen dari gaji terakhir. Sementara JHT diperkirakan mampu mencukupi 30 hingga 40 persen dari total kebutuhan hidup tersebut. Untuk itu alangkah baiknya jika Anda mengimbagi JHT dengan DPLK.

BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan Pensiun

Dana jaminan pensiun disalurkan dalam bentuk sejumlah uang tunai yang diberikan setiap bulan kepada peserta yang telah menempati usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris seandainya peserta meninggal dunia. Jaminan tunai bulanan akan diberikan kepada peserta yang telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan selama 15 tahun.

Tentunya untuk mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan ini kamu harus memenuhi  syarat dan ketentuan tertentu. 

Syarat pencairan 10 hingga 30 persen dana  JHT BPJS Ketenagakerjaan:

  • Fotokopi kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli
  • Fotokopi KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli. 
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku Rekening Tabungan. 

Syarat pencairan 100% dana JHT BPJS ketenagakerjaan

  1. Peserta sudah tidak lagi bekerja dengan alasan PHK, resign, atau keputusan sendiri. 
  2. Kartu BPJS Ketenagakerjaan
  3. Paklaring
  4. KTP atau SIM
  5. KK 
  6. Buku tabungan untuk proses pencairan dana JHT
  7. Fotokopi minimal 1 lembar untuk setiap dokumen di atas 
  8. Pas foto ukuran 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap

Selain syarat-syarat di atas perlu diketahui beberapa ketentuan tambahan terkait klaim dana JHT, yakni: 

  • Untuk klaim manfaat JHT dengan saldo di atas RP 50 juta dan pengambilan JHT 10% Anda perlu menyertakan NPWP asli dan 1 lembar fotokopi.
  • Jika Anda Peserta yang masih aktif, Anda dapat mengajukan klaim manfaat JHT sebagian dengan ketentuannya adalah klaim dapat diambil maksimal 10% dari total saldo untuk persiapan usia pensiun dan diambil maksimal 30% dari total saldo untuk uang perumahan. 
  • Peserta tidak memiliki tunggakan iuran JHT.
  • Data seperti nama, tanggal lahir, serta alamat peserta pada masing-masing dokumen tidak boleh berbeda. Jika ditemukan perbedaan dalam dokumen-dokumen tersebut peserta wajib menyertakan surat keterangan dari perusahaan atau kelurahan tempat domisili.
  • Pengajuan klaim JHT 30% untuk pencairan dana perumahan wajib disertai dokumen seperti bukti pembayaran jadi, Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K), Standing Instructions (Surat Perintah Penyaluran Dana Realisasi KPR), serta akad kredit yang dikeluarkan bank.
  • Sebagai catatan, dana JHT baru bisa dicairkan 100% setelah karyawan menunggu minimal 1 bulan sejak meninggalkan perusahaan.

Tidak Perlu Menunggu 10 Tahun

Saat ini peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak harus menunggu usia kepesertaan sampai 10 tahun agar bisa mencairkan dana program Jaminan Hari Tua. Hal tersebut tertulis pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015, yang menyatakan bahwa saldo JHT bisa diambil 10 persen, 30 persen, hingga 100 persen, tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun atau peserta minimal berumur 56 tahun seperti yang tertera di peraturan sebelumnya (Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2015).

Baca juga :  Cara Mengatasi Tidak Bisa Login ke BPJS Ketenagakerjaan

Artinya, pekerja yang masih aktif bekerja atau pekerja yang sedang menyiapkan masa pensiun dapat mengajukan klaim pencairan dana JHT sebesar 10 persen atau 30 persen. Sedangkan peserta yang menyatakan berhenti bekerja karena beberapa kondisi tertentu dapat melakukan klaim pencairan dana sebesar 100 persen. Untuk mencairkan dana JHT, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut. 

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara online

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa pemerintah membuat program BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi para pekerja Indonesia selama menjadi pekerja, baik dari sakit yang menyebabkan peserta tak lagi mampu bekerja maupun dari kecelakaan kerja.

Berkaitan dengan hal itu BPJS Ketenagakerjaan rupanya memberikan pertanggungan atau santunan bagi pesertanya yang memasuki masa pensiun. Saldonya bisa dicairkan ketika peserta resmi menyatakan pensiun dengan dibuktikan paklaring dari perusahaan.

Kabar gembiranya sekarang proses pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan diajukan secara online. Lalu Bagaimanakah langkah atau cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dengan cara online, silakan simak penjelasan berikut ini.

Melalui Situs

  • Pertama silakan Anda buka situs http://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/. 
  • Lalu lakukan registrasi terlebih dahulu dan masuk menggunakan email yang telah didaftarkan. Jika Anda belum memiliki akun di website BPJS, maka lakukan registrasi pembuatan akun terlebih dahulu.
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara online
  • Setelah itu masuk ke halaman depan dan pilih menu ‘Klaim Saldo JHT’. 
  • Isi informasi yang diminta, kolom ‘KPJ’ diisi dengan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan, kolom ‘keperluan’ diisi dengan ‘pengajuan klaim’, lalu kolom ‘keperluan’ diisi dengan kondisi status pekerjaan saat ini.
  • Siapkan dokumen yang menjadi persyaratan klaim saldo JHT lalu unggah.
  • Selanjutnya tunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan dalam waktu 1×24 jam. nanti dalam email tersebut akan diinformasikan mengenai tanggal dan kantor cabang BPJS yang harus Anda datangi untuk melanjutkan ke proses pengecekan berkas.
  • Saat datang ke kantor BPJS yang diminta, jangan lupa bawa dokumen-dokumen asli yang sudah diunggah sebelumnya. 
  • Menunggu proses pencairan yang umumnya memakan waktu kurang lebih 10 hari kerja.

Kelengkapan dokumen yang harus disiapkan adalah:

  1. Fotocopy dan Asli KTP
  2. Fotocopy dan Asli kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan/Kartu JAMSOSTEK
  3. Fotocopy dan Asli Kartu Keluarga (KK)
  4. Fotocopy dan Asli Paklaring (surat keterangan berhenti bekerja)
  5. Fotocopy dan Asli buku tabungan bank

Semua dokumen itu juga harus discan dan disimpan dalam bentuk .jpeg, .jpg, .png, .bmp, atau .pdf untuk nantinya dilampirkan dalam formulir online dengan ukuran minimal 100KB dan maksimal 1,8MB.

Banyak peserta gagal mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan sebab mereka tidak memiliki surat paklaring. Biasanya disebabkan karena perusahaannya tutup. Tapi tenang saja, setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat membuat surat paklaring sendiri di dinas tenaga kerja (disnaker). Namun lokasi disnaker tersebut harus berada dekat dengan kantor Anda yang lama.

Selain hal tersebut Anda juga harus memberikan data yang jelas dan benar terkait proses lamanya bekerja, Misalkan proses keluar masuk kantor baru. Jika ditemukan ketidakcocokan dengan dokumen yang tercatat di kantor BPJS Ketenagakerjaan maka Anda tidak bisa melakukan pengajuan klaim.

Melalui Aplikasi

  1. Silakan unduh aplikasi BPJSTKU 
  2. Buka aplikasi tersebut.
  3. Lakukan login pada akun BPJS Ketenagakerjaan Anda. Jika belum mempunyai akun, Anda bisa mendaftar terlebih dulu melalui kolom Daftar Pengguna.
  4. Jika sudah masuk, pilih menu Klaim Saldo JHT.
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara online
  1. Isi kolom informasi. Pada kolom KPJ, isi dengan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan yang Anda miliki, lalu di kolom Keperluan, pilih Pengajuan Klaim.
  2. Selanjutnya akan muncul pilihan Jenis Klaim. Silakan pilih salah satu di antaranya. 
  3. Nanti juga akan ada pilihan Mencapai Usia Pensiun, Mengundurkan Diri, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Silakan pilih salah satu.
  4. Apabila semua data sudah diisi dengan lengkap, Anda bisa segera klik menu Kirim.
  5. Setelah itu akan muncul daftar dokumen yang dibutuhkan untuk melengkapi persyaratan. Unggahlah semua dokumen yang dibutuhkan secara online. Setelah selesai, tunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan.
  6. Email tersebut nantinya berisi informasi tanggal dan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang harus Anda datangi untuk melanjutkan proses klaim saldo JHT.
  7. Anda bisa menyerahkan dokumen yang telah diminta sebelumnya pada hari yang sudah ditentukan. Kemudian, petugas akan menginformasikan waktu pencairan saldo JHT.

Cara mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan secara offline

Apabila Anda pemegang BPJS Ketenagakerjaan dan hendak mencairkan JHT anda secara offline, berikut adalah cara mudahnya:

1. Persiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan

  • Kartu peserta tenaga kerja asli dan foto copy.
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan foto copy.
  • Kartu Keluarga (KK) asli dan foto copy.
  • Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau penetapan dari Pengadilan Hubungan Industrial.
  • Formulir klaim JHT yang sudah diisi serta buku tabungan atas nama peserta JHT sendiri.
Baca juga :  Daftar Nomor Telpon BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Indonesia

2. Proses pencairan Jaminan Hari Tua

Jika Anda hendak Mencairkan 100% dana JHT BPJS Ketenagakerjaan syarat utamanya adalah pastikan Anda sudah tidak bekerja lagi di perusahaan tempat Anda bekerja, baik karena diberhentikan atau resign atas keputusan sendiri. Dana JHT baru bisa dicairkan 100% menunggu minimal 1 bulan sejak Anda meninggalkan perusahaan.

  • Datang lah ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
  • Lebih baik Anda datang lebih pagi agar mendapat nomor antrean lebih awal.
  • Jangan lupa membawa dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk klaim saldo JHT BPJS.
  • Siapkan dokumen asli dan dokumen fotokopi.
  • Saat sampai di kantor cabang, Anda akan diberi formulir pengajuan klaim yang perlu diisi dengan lengkap oleh petugas kantor.
  • Setelah selesai mengisi formulir, kembalikan beserta lampiran dokumen yang telah dibawa sebelumnya.
  • Kemudian Anda akan mendapatkan nomor antrean.
  • Silakan menunggu sesuai urutan nomor.
  • Petugas customer service (CS) akan memanggil untuk meninjau ulang isi formulir serta kelengkapan dokumen yang terlampir.
  • Jika ada yang kurang, Anda akan diminta untuk melengkapinya dahulu.
  • Jika semuanya sudah lengkap, Anda akan mendapatkan nomor antrean untuk menemui CS bagian pengajuan klaim.
  • Setelah mendapat panggilan, CS pengajuan klaim akan memeriksa kembali semua dokumen untuk memastikan kelengkapannya.
  • Jika sudah sesuai, CS akan memberitahukan waktu pencairan saldo JHT Anda.

Catatan: Jika anda ingin mengajukan klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan langsung secara offline, anda dapat mengambil nomor antrian secara online sehingga tidak perlu datang lebih pagi untuk mendapatkan nomor urut panggilan.

Cara Mencairkan Uang Jaminan Hari Tua Melalui Bank yang Bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Hal terpenting yang perlu Anda perhatikan sebelum menarik tabungan Jaminan Hari Tua melalui bank adalah ketahui terlebih dahulu bank apa yang bekerja sama dengan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di daerah Anda. Sebab hanya bank-bank tertentu saja yang dapat mencairkan tabungan JHT. Tidak semua jenis bank. Kebanyakan hanya bank-bank pemerintah atau bank BUMN.

Untuk mengecek bank apa yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Anda bisa mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan di tempat Anda akan mengurus klaim JHT. Nanti pihak bpjs TK akan merekomendasikan bank tertentu kepada Anda. Selain itu, kedatangan Anda bukan sekedar untuk mengetahui informasi bank rekanan, tapi juga meminta formulir klaim JHT, surat pernyataan sudah tidak bekerja lagi, dan formulir ceklis kelengkapan berkas. Yang nantinya akan Anda isi dan serahkan ke pihak bank untuk diperiksa. Untuk surat pernyataan jangan lupa tandatangani di atas materai.

siapkan semua berkas dokumen persyaratan pencairan JHT, yang meliputi:

  1. KPJ atau Kartu Peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan asli beserta salinannya.
  2. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga).
  3. KTP elektronik asli beserta salinannya.
  4. Fotokopi Paklaring/surat pengalaman kerja/surat referensi/surat rekomendasi beserta salinannya.
  5. Foto kopi rekening tabungan atas nama pribadi, tidak boleh buku tabungan atas nama orang lain meskipun itu keluarga sendiri.
  6. Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) jika dana yang akan cair lebih dari 50.000.000 rupiah.

Khusus berkas nomor 5, yaitu buku rekening bank, kemungkinan Anda diharuskan menggunakan rekening bank yang nantinya berkaitan dengan bank yang akan Anda gunakan untuk mengurus pencairan JHT. Misalnya, yang direkomendasikan bpjs ketenagakerjaan adalah bank Mandiri, maka rekening yang wajib Anda gunakan adalah rekening bank Mandiri. Jika belum punya  jangan khawatir, sebab nanti pihak bank akan membuatkan buku rekening baru atas nama Anda. Ke rekening tersebutlah uang JHT akan ditransfer. Namun jika tidak diharuskan, Anda dapat  menggunakan buku rekening bank lain.

Khusus untuk peserta yang berhenti bekerja per 1 September 2015 karena alasan PHK, wajib membawa berkas tambahan berupa akte perjanjian bersama yang dikeluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Sedangkan untuk peserta yang berhenti kerja karena sudah habis masa kontraknya, wajib melampirkan surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima.

Jangan lupa juga pelajari syarat dan ketentuan jika Anda ingin mengambil uang JHT bpjs ketenagakerjaan 100%, yaitu:

  1. Sudah berhenti bekerja minimal satu bulan.
  2. Belum bekerja lagi pada perusahaan-perusahaan yang mendaftarkan karyawannya di program BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Kartu atau status kepesertaan Jamsostek harus sudah benar-benar non aktif.

Setelah semua formulir diisi, berkas persyaratan lengkap, syarat dan ketentuan juga sudah terpenuhi, silakan Anda datangi ke bank yang telah direkomendasikan BPJS Ketenagakerjaan. Dana JHT biasanya akan masuk ke rekening Anda sekitar 7 hari setelah proses pengajuan klaim atau disesuaikan dengan informasi yang akan diberikan oleh pihak bank. Jika Saldo JHT belum juga cair setelah melebihi waktu yang diinformasikan, silahkan Anda hubungi pihak bank atau langsung ke pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk konfirmasi keterlambatan tersebut.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Jika Kartu Hilang

  1. Persiapkan berkas pencairan JHT 100 %
  2. Untuk mengantisipasi permintaan kelengkapan berkas, sesuai dengan syarat  pencairan dana JHT 100%, berkas yang harus anda siapkan meliputi:
Baca juga :  Prosedur Pendaftaran Pekerja Penerima Upah

kartu BPJS TK  atau KPJ Asli dan Fotocopy, jika hilang buat surat kehilangan dan mengisi formulir duplikat kpj nanti akan diuraikan selengkapnya di bawah.

  1. KTP Elektronik Asli dan Fotocopy
  2. Kartu Keluarga (KK) asli dan Fotocopy
  3. Paklaring atau surat pengalaman bekerja asli dan Fotocopy
  4. Fotocopy dan asli buku rekening bank milik peserta (hampir untuk semua bank kecuali BJB, karena info terakhir belum bekerjasama dengan BPJS TK, jika ingin cepat menggunakan rekening BRI)
  5. Materai 6000 3 lembar
  6. Minta informasi nomor kartu ke kantor bpjs ketenagakerjaan. Jika kartu BPJS TK / KPJ anda Hilang dan anda tidak mengetahui nomornya, maka Anda bisa datang ke kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat dengan membawa berkas persyaratan di atas, koordinasikan dengan petugas yang ada di kantor BPJS Ketenagakerjaan bahwa kartu BPJS anda hilang dan nomor tidak diketahui. Petugas BPJS Ketenagakerjaan nantinya akan melakukan penelusuran kepesertaan BPJS TK Anda menggunakan biodata anda (NIK KTP) untuk mendapatkan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan Anda. Jika nomor kartu sudah ditemukan silahkan Anda catat dengan cermat.
  7. Buat surat kehilangan dari kepolisian. Selanjutnya anda akan diminta untuk membuat surat kehilangan dari kepolisian setempat, Anda bisa datang ke kantor polisi sesuai dengan lokasi kartu hilang. Syarat untuk membuat surat kehilangan dari kepolisian adalah sebagai berikut:
  • Bawa Fotocopy dan asli paklaring/ surat referensi kerja
  • Fotocopy dan asli KTP
  • Nomor kartu bpjs (awas jangan sampai salah mencantumkan)
  • Surat kehilangan biasanya akan mencantumkan biodata lengkap pelapor, jadi pastikan dan lakukan pengecekan sehingga data yang dimasukan benar.
  • Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan tempat kartu diterbitkan. Untuk menerbitkan kembali atau mengganti kartu BPJS Ketenagakerjaan Anda, Anda harus mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan tempat kartu tersebut dikeluarkan. Jika Anda tidak tahu dimana kartu tersebut diterbitkan, Anda bisa minta bantuan petugas BPJS ketenagakerjaan terdekat untuk melacak di mana kartu tersebut diterbitkan. Anda biasanya akan diarahkan untuk mengisi form pengganti kartu yang hilang. Nantinya form tersebut harus ditandatangani oleh Anda dan wajib ditandatangani juga oleh perusahaan jika perusahaan masih aktif., jika perusahaan diketahui sudah nonaktif, maka form tidak perlu ditandangani perusahaan.

Prosedur pencairan yang harus ditempuh adalah sebagai berikut:

Mengisi 3 lembar formulir sebagai berikut:

  • Lembar daftar/checklist dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses pencairan dana.
  • Formulir Permintaan Pembayaran Jaminan Hari Tua (JHT) yang memuat daftar isian data lengkap kita sebagai peserta Jamsostek.
  • Surat pernyataan belum bekerja di atas materai secukupnya.
  • Melampirkan dokumen-dokumen pendukung seperti KK asli + fotocopy, kartu identitas diri KTP/SIM asli + fotocopy, surat paklaring/referensi dari perusahaan lama, dan buku tabungan atas nama peserta pribadi + fotocopy, bila cara pembayaran dana yang dikehendaki via transfer bank.
  • Untuk kasus kjp hilang, berkas persyaratan bertambah 2 item lagi, yaitu; surat keterangan kehilangan dari kepolisian, dan 1 lembar lampiran keterangan pengganti kartu yang hilang.
  • Masukkan seluruh dokumen tersebut ke dropbox untuk diperiksa kelengkapannya oleh petugas Pemeriksaan Dokumen. Sebaiknya dokumen yang fotocopy dan yang asli dipisahkan agar lebih mudah dan rapi.
  • Silakan datangi counter Pelayanan Klaim sambil menyerahkan seluruh dokumen yang telah diperiksa sebelumnya oleh petugas di counter Pemeriksaan Dokumen. Di counter ini, validitas seluruh dokumen tadi, kembali diklarifikasi. Karenanya, kita akan diminta menunggu sementara waktu. Setelah dinyatakan OK, petugas akan memanggil dan meminta foto diri kita via webcam yang telah tersedia di meja mereka.
  • Bila pembayaran dana BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang dipilih melalui via transfer bank, maka urusan pencairan dana JHT sudah selesai, anda tinggal menunggu sekitar 2 hari hingga dana tersebut cair.

Demikianlah pembahasan mengenai Prosedur Pencairan Dana JHT Jika Kartu KPJ Hilang, Semoga informasi ini bisa membantu anda dalam mengurus pencairan dana JHT.

Khusus Covid-19

BPJS Ketenagakerjaan juga menawarkan menyiapkan layanan yang disesuaikan dengan protokol kesehatan dalam keadaan wabah corona. Layanan ini disebut dengan LAPAK ASIK (Layanan Tanpa Kontak Fisik). Berikut adalah cara klaim BPJS Ketenagakerjaan dengan sistem LAPAK ASIK:

  1. scan seluruh dokumen yang dibutuhkan
  2. Buka website atau aplikasi (pilih menu E-KLAIM apabila Anda menggunakan aplikasi)
  3. Isi lengkap data-data, Anda akan mendapat nomor antrian dan tanggalnya
  4. Tunggu email dikirim, terdapat dua kemungkinan skenario:
  1. Apabila Anda mendapat balasan email kirim dokumen yang diminta melalui email, maksimal H-1 tanggal antrian. Tunggu verifikasi dari petugas. Status pengajuan Anda akan diberitahu melalui email/telepon/SMS/WhatsApp.
  2. Apabila Anda tidak mendapat balasan e-mail, silakan datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan sesuai nomor antrian yang Anda dapatkan. Lakukan pengecekan suhu tubuh, apabila ≥37,5°C, Anda tidak bisa melakukan klaim. Apabila suhu tubuh Anda normal, petugas akan mengecek kesesuaian tanggal dan kelengkapan berkas dokumen dimasukkan ke dalam dropbox yang disediakan.
  3. Status pengajuan klaim akan diupdate melalui email/telepon/SMS/WhatsApp

Salah satu dampak corona adalah pengurangan tenaga kerja di berbagai perusahaan. Yang menyebabkan banyaknya karyawan yang kehilangan penghasilan. Sehingga banyak yang memutuskan untuk mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan sebagai dana darurat.

Add Comment

Leave a Comment