BPJS Kesehatan

Syarat dan Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Paling Lengkap

Cara mendaftar BPJS Kesehatan menjadi topik yang hits beberapa waktu ini. Hal ini tidak lain karena besarnya antusiasme masyarakat dalam menanggapi isu kesehatan yang sedang marak.

BPJS Kesehatan merupakan salah satu cara pemerintah Indonesia dalam hal pemenuhan kebutuhan akan kesehatan. Bisa dibilang bahwa BPJS Kesehatan merupakan subsidi silang yang bekerja efektif jika semua pihak memenuhi kewajibannya secara tepat.

Walaupun bukan hal yang baru, namun nampaknya masih banyak orang yang belum paham mengenai BPJS kesehatan dan cara mendaftarnya, apalagi tentang keuntungan menjadi peserta BPJS.

Sekilas Tentang BPJS dan Cara Mendaftar BPJS Kesehatan

BPJS merupakan singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS sendiri tidak hanya memfasilitasi tentang kesehatan, tetapi juga ada yang menaungi masalah ketenagakerjaan.

Dulunya, badan milik pemerintah ini dinamai Askes atau Asuransi Kesehatan. Namun sejak 1 Januari 2014, namanya berubah menjadi BPJS seperti yang kita kenal sekarang ini. Untuk cara pendaftarannya, Anda dapat menggunakan cara online maupun offline.

Peserta BPJS baik kesehatan maupun ketenagakerjaan adalah untuk semua warga negara Indonesia, jadi artinya semua orang yang memiliki kartu identitas sebagai WNI berhak mendapatkan fasilitas BPJS tanpa terkecuali.

Peserta BPJS Kesehatan

Peserta BPJS kesehatan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu PBI, PPU dan Pekerja bukan PPU maupun bukan pekerja serta peserta Bukan Pekerja melalui Entitas Berbadan Hukum.

PBI atau Penerima Bantuan Iuran adalah masyarakat yang terdaftar sebagai masyarakat kurang mampu sesuai dengan klasifikasi yang ditentukan oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Badan Pusat Statistik.

Jadi untuk urusan pendataan dan juga pembayaran peserta BPJS kelas PBI akan dilakukan oleh pemerintah.

PPU adalah Pekerja Penerima Upah. Dalam hal ini semua hal yang menyangkut pendaftaran data diri karyawan serta pembayaran dilakukan oleh perusahaan.

Sedangkan kelas ketiga adalah mereka yang membayar secara mandiri, jadi tidak ditanggung oleh perusahaan maupun oleh pemerintah.

Untuk kelompok keempat, yaitu peserta Bukan Pekerja melalui Entitas Berbadan Hukum, persyaratan dan pembayaran dilakukan oleh entitas berbadan hukum terkait yang menaungi peserta tersebut.

Syarat Daftar Peserta BPJS Kesehatan

  • Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Seperti yang sudah sedikit dibahas di atas, para peserta BPJS kelas PBI tidak perlu mendaftarkan dirinya ke kantor BPJS, mereka hanya perlu memastikan bahwa nama mereka dan keluarga sudah terdaftar sebagai PBI.

Data diri peserta PBI sudah divalidasi oleh Kementerian Sosial, jadi data ini tidak bisa diutak-atik. Ketetapan penduduk yang dijamin sebagai PBI bisa dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

  • Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)

Untuk peserta PPU, maka tanggung jawab pendaftaran BPJS berada di pihak perusahaan, namun karyawan juga dapat membantu dengan menyediakan beberapa dokumen yang diperlukan.

  • Peserta Non Pekerja dan Non PPU

Untuk peserta kelas ini, mereka harus mendaftar secara mandiri, baik datang langsung ke kantor BPJS terdekat maupun secara online lewat aplikasi maupun situs BPJS Kesehatan.

  • Peserta Bukan Pekerja melalui Entitas Berbadan Hukum

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, semua persyaratan dan juga pembayaran dilakukan oleh entitas berbadan hukum terkait. 

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Bagi Peserta PPU

Dokumen yang dibutuhkan perusahaan

  • Formulir pendaftaran badan usaha
  • Data karyawan

Format kedua dokumen tersebut harus sesuai dengan yang ditentukan oleh pihak BPJS Kesehatan

Cara mendaftar

Setelah menyerahkan dokumen, perusahaan akan mendapatkan VA atau Virtual Account yang fungsinya adalah untuk pembayaran.

Setelah menerima nomor VA, perusahaan dapat membayar sejumlah yang tertera di halaman terlampir melalui bank yang sudah menjalin partnership dengan BPJS Kesehatan. Adapun bank tersebut antara lain BNI, BRI serta Bank Mandiri.

Setelah selesai melakukan pembayaran, perusahaan dapat langsung menyerahkan bukti kepada pihak BPJS di kantor BPJS terdekat.

Selanjutnya pihak kantor BPJS Kesehatan lah yang akan mencetakkan kartu BPJS, atau pihak perusahaan bisa melakukan pencetakan secara mandiri dengan format e-ID.

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja 

Dokumen yang Diperlukan

  • Photocopy KK
  • Photocopy KTP/Paspor, tiap orang yang didaftarkan 1 lembar
  • Photocopy buku tabungan salah satu peserta yang tercantum di KK
  • Pas Foto 3×4, tiap orang yang didaftarkan 1 lembar.

Langkah Pendaftaran

  • Calon peserta datang sendiri guna melakukan pendaftaran untuk perorangan dan juga anggota keluarganya, yang tercantum di Kartu Keluarga, di kantor BPJS Kesehatan terdekat.
  • Calon peserta akan diberikan formulir Daftar Isian Peserta yang harus diisi secara lengkap dan benar. 
  • Calon peserta menyerahkan formulir beserta dengan dokumen yang sudah terlampir seperti di atas.
  • Setelah itu, calon peserta akan mendapatkan nomor akun virtual atau VA yang berguna untuk pembayaran di bank rekanan seperti BNI, BRI dan Bank Mandiri.
  • Nantinya, bukti tersebut dapat digunakan sebagai bukti untuk cetak kartu di kantor BPJS Kesehatan terdekat.
  • Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Bagi Peserta Bukan Pekerja melalui Entitas Berbadan Hukum (Pensiunan BUMN/BUMD)
  • Semua pensiunan, yang dana pensiunnya dikelola oleh entitas berbadan hukum tempatnya bernaung tidak perlu repot mengurus pendaftaran. Semua persyaratan dan pembayaran akan dilakukan secara kolektif oleh pihak terkait.
Baca juga :  Tugas Dewan Pengawas BPJS Kesehatan

Cara Daftar BPJS Kesehatan secara Offline

Persyaratan Umum

  • Photocopy Kartu Keluarga
  • Photocopy KTP
  • Pas foto terbaru ukuran 3 × 4 sebanyak 1 lembar
  • Iuran bulan pertama sesuai dengan kelas yang Anda inginkan. 

Langkah

  • Anda dapat memilih untuk mendaftar perseorangan dengan mendatangi kantor BPJS Kesehatan terdekat atau secara kolektif. Anda dapat berkoordinasi dengan ketua RT untuk membantu pengumpulan data warga dan menyerahkannya berbarengan ke kantor BPJS.
  • Isi formulir yang diberikan selengkap dan sebenar mungkin. Jangan sampai ada perbedaan dari dokumen yang Anda lampirkan agar tidak mengganjal proses pendaftaran.
  • Pembayaran iuran pertama dilakukan setelah Anda mendapatkan Virtual Account ke bank seperti BRI, BNI dan Bank Mandiri.
  • Anda dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan Anda setelah menyerahkan bukti pembayaran.

Cara Daftar BPJS Kesehatan secara Online

Dokumen

Dokumen yang harus dipersiapkan sama seperti dokumen yang diserahkan secara langsung atau offline di kantor BPJS Kesehatan. Selebihnya adalah Anda harus menyiapkan alamat surel serta nomor ponsel yang masih aktif

Langkah

  • Buka laman situs BPJS Kesehatan
  • Isi semua data yang tersedia dalam formulir di laman tersebut
  • Tentukan besar biaya iuran sesuai dengan kemampuan Anda
  • Tunggu pemberitahuan nomor registrasi yang akan dikirim ke surel Anda. Setelahnya, cetak nomor VA yang terlampir di sana.
  • Pembayaran dilakukan sesuai petunjuk guna mendapatkan bukti pembayaran.
  • Periksa surel dan cek keaktifan BPJS Kesehatan Anda. Jika tidak ada kendala, maka Anda sudah dapat mencetak kartu BPJS elektronik Anda dari sana.
  • Pencetakan kartu juga bisa lewat kantor BPJS. Tinggal kunjungi kantor terdekat dan serahkan semua data, termasuk bukti pembayaran ke bagian cetak kartu BPJS.

Cara Daftar BPJS  Kesehatan Lewat Aplikasi 

  • Buka App Store maupun Google Play Store
  • Ketik Mobile JKN di kolom pencarian. Jika sudah ketemu, klik install
  • Jika sudah terpasang, buka aplikasi
  • Pilih kolom Pendaftaran Peserta Baru dan baca semua syarat dan ketentuan
  • Pilih setuju
  • Input NIK
  • Isikan informasi mengenai seluruh anggota keluarga
  • Guna mendapatkan akun virtual atau VA, Anda tinggal memasukkan alamat surel dan nomor handphone. Setelahnya lakukan pembayaran sesuai petunjuk.

Jika tidak mendapatkan nomor peserta padahal sudah melalui semua tahapan yang diinstruksikan, Anda dapat melaporkannya kepada Care Center BPJS  Kesehatan di nomor 1500 400.

Catatan Penting Sebelum Daftar BPJS Kesehatan Secara Online

Dalam melakukan pendaftaran secara daring, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran.

  • Pendaftaran sebaiknya dilakukan saat awal bulan. Hal ini dimaksudkan agar Anda tidak rugi.
  • Faskes dengan keterangan IGD berarti tidak melayani untuk pengobatan reguler melainkan hanya melayani pasien gawat darurat.
  • Faskes dengan keterangan JST dimaksudkan bahwa mereka akan melayani peserta yang pernah bekerja sama dengan Jamsostek.
  • Kartu BPJS elektronik bisa Anda cetak secara mandiri dan berlaku sama halnya dengan kartu fisik.
  • Tanggal 10 tiap bulan adalah batas akhir pembayaran iuran.
  • Mulai tanggal 1 Juli 2016 yang lalu, denda keterlambatan bagi Anda telat membayar iuran tidak lagi diberlakukan. Hanya saja apabila dalam kurun 45 hari setelah status kembali diaktifkan dan Anda menjalani rawat inap, maka denda tersebut berlaku sebesar 2,5%.

Denda dihitung dari keseluruhan biaya terhitung sejak bulan tunggakan. Adapun ada kriteria tertentu hingga denda tersebut berlaku antara lain bahwa tunggakan tidak boleh lebih dari satu tahun dan nominal terbesar adalah Rp. 30 juta.

  • Semua pelayanan medis untuk setiap kelas adalah sama, yang membedakan hanyalah ruang inapnya saja.
  • Nomor Kartu BPJS serta waktu pendaftaran akan tersimpan di server BPJS. Hal ini untuk mencegah pemalsuan data, dan dengan demikian hanya peserta BPJS tersebut yang bisa menggunakan kartunya serta tidak bisa diwakilkan.
  • Simpan Kartu BPJS sebaik mungkin.
  • Buat salinan kartu BPJS Kesehatan Anda secukupnya. Atau Anda bisa menggunakan e-ID yang fungsinya sama persis dengan kartu fisik.

Cara Pindah Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan

Offline

Sebelum mengunjungi kantor BPJS terdekat, Anda harus menyiapkan semua dokumen seperti saat pertama kali mendaftar BPJS Kesehatan, termasuk salinan buku tabungan dan juga surat keterangan domisili.

Khusus PNS, TNI, POLRI dan PPNPN, Anda harus menyiapkan daftar kolektif gaji.

Setelah semua dokumen lengkap, Anda dapat mendatangi kantor BPJS terdekat dan mengisi formulir penggantian fasilitas kesehatan yang ada di loket dengan benar dan lengkap.

Serahkan kembali formulir tersebut kepada petugas.

Online

Jika Anda belum memiliki aplikasi Mobile JKN, maka Anda dapat mengunduhnya dulu dari Appstore maupun Playstore, kemudian daftar sebagai peserta baru sesuai dengan petunjuk.

Baca juga :  Operasi Sesar BPJS Kesehatan, Rincian Biaya dan Prosedur

Bagi Anda yang sudah mendaftar lewat aplikasi maka Anda tinggal login menggunakan nomor kartu BPJS Kesehatan Anda.

  • Pada menu utama, pilih “Ubah Data Peserta”.
Cara Pindah Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan
  • Pilih sesuai kebutuhan semua yang muncul di pop up.
Cara Pindah Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan
  • Kode verifikasi akan dikirimkan ke alamat surel maupun ponsel.
  • Jika sudah dinyatakan terverifikasi, konfirmasikan perubahan data.
  • Tenggang waktu dari perubahan data faskes hingga bisa digunakan adalah sekitar satu bulan. Jadi Anda harus menunggu untuk bisa menggunakan faskes baru sejak perubahan data dilakukan. Tetapi Anda masih bisa menggunakan faskes Anda yang lama.
  • Syarat agar Anda dapat melakukan penggantian faskes adalah sudah terdaftar sebagai peserta BPJS minimum selama tiga bulan. 

Cara Melakukan Penggantian Kartu BPJS Kesehatan yang Hilang

Dokumen yang disiapkan

  • Salinan KTP
  • Salinan Kartu Keluarga (KK)
  • Surat bukti kehilangan dari kepolisian
  • Semua dokumen pelengkap lainnya, seperti salinan buku tabungan dan surat keterangan domisili

Langkah

Anda tinggal datang ke kantor BPJS terdekat dan menyerahkan semua berkas yang diperlukan guna mendapatkan kartu pengganti.

Cara Melakukan Penggantian Kartu BPJS Kesehatan yang Rusak

Cara untuk mengganti ketika kartu BPJS Kesehatan Anda yang lama sudah rusak sangat mudah. Anda tidak perlu membawa berkas apapun, Anda hanya perlu membawa kartu BPJS yang rusak tersebut ke kantor BPJS.

Kepada petugas, sampaikan keperluan Anda yaitu penggantian kartu. Setelahnya Anda akan mendapatkan kartu yang baru.

Cara Mengganti Kartu BPJS Kesehatan Secara Online

Syarat

Anda harus mengingat nomor kartu, itu adalah hal utama yang wajib dilakukan jika ingin masuk ke dalam aplikasi mobile guna mencetak kartu pengganti.

Sebagai tips, Anda dapat memfoto bagian nomor kartu sehingga apabila terjadi kehilangan, Anda masih memiliki arsipnya. Atau Anda bisa memfotokopinya sesuai kebutuhan.

Langkah 

  • Masuk ke dalam aplikasi mobile JKN yang ada di smartphone Anda.
  • Registrasi diri Anda. Kemudian, isikan semua data yang dibutuhkan secara benar dan lengkap.
  • Login dengan tata cara yang tercantum di laman.
  • Pilih menu cetak kartu e-ID
  • Pilih tanda surel kemudian ikuti prosedurnya
  • Jika semua proses sudah dijalani, Anda dapat mencetak kartu Anda kembali. 

Cara Cek Keaktifan Status BPJS Kesehatan

Memeriksa keaktifan status ini penting, sebab jangan sampai saat tiba waktunya berobat ternyata tidak bisa menggunakan fasilitas BPJS karena statusnya tidak aktif.

Cara untuk memeriksanya pun cukup mudah. Namun sebelum memeriksa, Anda harus tahu bahwa untuk pendaftar baru, status akan aktif dalam kurun waktu 14 hari sejak pendaftaran.

Jika Anda sudah melewati kurun waktu tersebut, Anda dapat memeriksa status kepesertaan Anda lewat dua cara yang gampang, yaitu melalui sms maupun telepon.

Cek Lewat Sms

Caranya cukup kirimkan sms ke nomor 087775500400 dengan format: NOKA<spasi>Nomor kartu Anda.

Contoh: NOKA 0002580162446

Cek Lewat Telepon

Anda tinggal menghubungi care center BPJS di 1500400. Setelah tersambung, Anda akan diminta untuk mengkonfirmasi beberapa data, yaitu nomor kartu, tanggal lahir serta nama lengkap.

Cara Daftar Ulang Peserta PBI BPJS Kesehatan

Sejak tanggal 1 Agustus kemarin, sejumlah 5,2 juta peserta PBI sudah dinonaktifkan. Penonaktifan tersebut adalah wujud realisasi dari SK Menteri Sosial No.79 Tahun 2019 perihal Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta PBI Jaminan Kesehatan Tahun 2019 Tahap Ke-6.

Alasan Penonaktifan

Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak valid dan tidak pernah memakai layanan PBI BPJS Kesehatan terhitung 2014 hingga saat ini.

Alasan lainnya adalah peserta PBI terdaftar ternyata sudah meninggal dunia, ada pula yang sudah meningkat taraf hidupnya sehingga tidak bisa digolongkan sebagai peserta PBI.

Penonaktifan juga terjadi karena adanya data ganda.

Langkah Daftar Ulang

Jika Anda tercoret dari daftar peserta BPJS Kesehatan program PBI maka Anda dapat mendatangi Dinas Sosial setempat. Anda dapat menghubungi Care Center BPJS Kesehatan ataupun datang langsung ke kantor.

Selain itu, Anda dapat memanfaatkan media sosial resmi dari BPJS Kesehatan. Namun sebaiknya cara ini adalah pilihan terakhir, mengingat Anda harus mengunggah identitas diri yang rawan tindak pencurian.

Syarat Daftar Ulang

  • Melakukan pendaftaran ke Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan agar bisa kembali menjadi peserta PBI APBD.
  • Jika ternyata persyaratan untuk menjadi peserta PBI masih terpenuhi, namun tidak bisa dilaksanakan karena ketiadaan anggaran pemda, maka DinSos akan merekomendasikan Anda kepada Kementerian Sosial.
  • Jika saat diperiksa Anda sudah tidak termasuk golongan PBI, karena dianggap mampu membayar iuran BPJS secara mandiri, maka Anda akan dianjurkan untuk segera beralih menjadi peserta BPJS mandiri.
  • Bagi Anda yang berpindah ke mandiri atau PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah), kartu Anda yang baru tidak perlu menunggu proses verifikasi hingga 14 hari tetapi bisa langsung aktif saat itu juga.
  • Namun hal itu dapat terjadi apabila proses pemindahan dari PBI menjadi PBPU berlangsung tidak lebih dari satu bulan.
  • Jika Anda adalah peserta BPJS Kesehatan program PBI maka Kartu Indonesia Sehat keluaran BPJS Kesehatan akan dikirimkan kepada Anda.
  • Apabila Anda sudah terdaftar, baik PBI, PBPU maupun peserta BPJS kelas lainnya, namun belum memiliki kartu, Anda dapat menggunakan KTP maupun KK untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

Seputar Pendaftaran BPJS Kesehatan Untuk Bayi yang Baru Lahir

Latar Belakang

Sejak dilahirkan hingga berumur paling lama 28 hari, bayi dari orang tua yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) juga harus didaftarkan sebagai peserta.

Baca juga :  Alamat Kantor BPJS Kesehatan Denpasar

Hal ini sesuai dengan Perpres No. 82/2018, Pasal 16 ayat (1). Pendaftaran dimaksudkan agar bayi juga dapat menikmati fasilitas BPJS apabila dia sakit atau mengalami gangguan kesehatan.

Apabila orang tua bayi adalah peserta PPU, maka pendaftaran bayi akan dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan jika orang tua bayi adalah peserta PBPU, orang tua bayi lah yang harus mengurus semua keperluan pendaftaran BPJS bayi mereka.

Pendaftaran serta pembayaran iuran gratis hanya dapat diperoleh jika orang tua bayi adalah peserta PBI.

Manfaat BPJS Kesehatan yang Bisa Dinikmati

Semua pelayanan kesehatan tingkat pertama sudah bisa digunakan untuk bayi baru lahir yang sudah terdaftar BPJS.

Pelayanan tersebut meliputi konsultasi medis, pemeriksaan. pengobatan, transfusi darah, obat-obatan dan hal lain yang menyangkut kesehatan. Bayi juga sudah bisa menggunakan BPJS untuk keperluan rawat jalan maupun rawat inap.

Catatan Khusus

Bayi harus didaftarkan sebelum usianya menginjak lebih dari 28 hari. Jika selama masa tersebut, atau setelahnya, bayi membutuhkan fasilitas kesehatan, maka orang tualah yang harus menanggung biayanya.

Selain mendaftar, iuran pertama BPJS juga sudah berlaku, walaupun peserta masih bayi. Jika hanya mendaftar tetapi iuran tidak dibayar, maka status kepesertaannya masih belum aktif.

Agar bayi bisa menjadi peserta BPJS, maka orang tua bayi haruslah sudah menjadi peserta JKN-KIS aktif terlebih dahulu.

BPJS juga tidak dapat digunakan apabila ketika bayi belum terdaftar tetapi ibu sudah keluar dari rumah sakit. 

Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

Syarat Daftar 

  • Surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh rumah sakit maupun bidan.
  • Kartu Tanda Penduduk milik orang tua.
  • kartu Keluarga 
  • Kartu JKN-KIS atau BPJS Kesehatan milik orang tua

Langkah Pendaftaran

  • Orang tua bayi datang ke kantor BPJS terdekat.
  • Memberikan semua berkas seperti yang tersebut di atas.
  • Selesai penyerahan dokumen, kartu BPJS Kesehatan bayi sudah bisa langsung aktif dan digunakan.

Catatan Khusus Bagi Pendaftaran Bayi Peserta BPJS

  • Orang tua bayi akan menerima denda apabila tidak segera mendaftarkan bayinya sejak dilahirkan hingga paling lama berumur 28 hari. Semua ketentuan tersebut dimuat di dalam Pasal 16 ayat (2) Perpres No. 82 Tahun 2018.
  • Untuk iuran pertama, orang tua bayi wajib segera membayarkannya. Jika tidak dibayar, paling lama 28 hari sejak kelahiran, maka kepesertaan bayi dianggap tidak aktif.

Tagihan iuran yang tertunggak akan diikutkan pada tagihan keluarga pada bulan selanjutnya.

  • Semua peraturan tersebut di atas berlaku untuk semua peserta JKN-KIS, kecuali PBI. Jadi, jika status Anda adalah Pekerja Penerima Upah (PPU) Penyelenggara Negara, Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha (BU), dan peserta Bukan Pekerja Penerima Upah (PBPU), maka peraturan di atas adalah untuk Anda.
  • Tidak seperti status peserta BPJS Kesehatan yang merupakan orang dewasa, BPJS bayi bisa aktif terhitung sejak didaftarkan, yaitu sebelum bayi berusia 28 hari. Jadi tidak perlu menunggu hingga 14 hari guna mendapatkan status aktif.
  • Iuran peserta BPJS Kesehatan untuk bayi akan terhitung mulai bayi lahir dan didaftarkan hingga berusia dua tahun atau dua puluh empat bulan. Semua wajib membayar iuran meskipun belum menggunakan fasilitas kesehatan yang ditawarkan sama sekali.
  • Pembayaran iuran untuk bayi akan disatukan dengan keluarga melalui akun virtual atau VA.
  • Denda pelayanan akan diberlakukan apabila tidak sesuai dengan syarat seperti yang sudah disebutkan di atas.
  • Tagihan iuran tidak berlaku apabila bayi dinyatakan meninggal walaupun sudah terdaftar sebagai peserta BPJS aktif. Rumah sakit juga tidak dapat menagihkan biaya kepada pihak BPJS Kesehatan.
  • Bayi yang ketika dilahirkan dalam keadaan hidup, namun kemudian dinyatakan meninggal karena sesuatu hal maka tetap harus membayar tagihan, apabila dia sudah didaftarkan terhitung sebelum 28 hari masa kelahirannya. 
  • Orang tua bayi haruslah sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan aktif sebagai syarat agar bayinya juga dapat menjadi anggota BPJS Kesehatan.

Pentingnya BPJS Kesehatan

Banyak orang yang masih memandang sebelah mata mengenai keberadaan BPJS Kesehatan. Selama ini yang disoroti selalu saja berita negatif tentang pelayanan BPJS Kesehatan pusat yang akhirnya berimbas pada masyarakat.
Padahal, di luar ketidaksempurnaan sistem, BPJS Kesehatan sudah membawa banyak keuntungan, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan fasilitas kesehatan.

Stigma buruk bagi peserta BPJS kesehatan juga seringkali menjadi momok bagi mereka yang ingin mendaftar. Selain itu, image pekerja medis yang akan berlaku tidak adil kepada peserta BPJS juga menjadi kendala yang sulit di lapangan.

BPJS Kesehatan bukan hanya digunakan ketika sedang sakit saja, tetapi juga bisa digunakan ketika membutuhkan kacamata, memeriksakan gigi, mata maupun gangguan kesehatan lain.

Cara daftar BPJS Kesehatan pun seringkali menjadi tantangan karena kurangnya informasi di dalam masyarakat sehingga seakan semuanya dipersulit oleh sistem.

Selain manfaat untuk diri sendiri, ada manfaat lain dari keikutsertaan Anda dalam program BPJS, yaitu membantu orang lain yang membutuhkan. Istilah yang bisa dipadankan adalah subsidi silang, atau bisa juga dikatakan bahwa Anda meminjamkan iuran yang sudah Anda bayarkan untuk membantu orang lain yang lebih memerlukan terlebih dahulu.

Mengetahui Cara Daftar BPJS Kesehatan saja memang belum lah cukup. Anda juga harus aktif dalam menyebarkan pesan positif BPJS Kesehatan terlebih pada mereka yang masih awam agar bisa menjadi masukan yang berarti.

Add Comment

Leave a Comment