BPJS Ketenagakerjaan

5 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Program dan Besaran Iuran

BPJS Ketenagakerjaan merupakan program pemerintah yang bertujuan memberi perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu akibat hubungan kerja. Nah, siapa saja peserta BPJS Ketenagakerjaan? Peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah seluruh pekerja di Indonesia, baik dari sektor formal maupun non – formal. 

BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan perlindungan bagi warga negara asing (WNA) yang telah bekerja di Indonesia sekurang – kurangnya enam (6) bulan. Dalam memberikan perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan menawarkan berbagai program yang dapat diikuti sesuai kebutuhan dan secara bersamaan.

Setelah Anda menjadi peserta, BPJS Ketenagakerjaan memberikan transparansi keuangan kepada Anda melalui pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan. Pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan ini dapat Anda lakukan dengan berbagai cara melalui berbagai fasilitas.

Program BPJS Ketenagakerjaan

Program BPJS Ketenagakerjaan sendiri ada empat (4) jenis yang memiliki cakupan yang berbeda – beda. Sebagai anggota maupun calon anggota BPJS Ketenagakerjaan, Anda perlu mengetahui dan memahami program – program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, antara lain : 

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat bekerja.

Perlindungan yang didapat bisa berupa pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan dasar, perawatan tingkat pertama dan lanjutan, rawat jalan, rawat inap, implant, alat kesehatan, jasa dokter, transfusi darah, operasi, pengobatan dengan obat, dan lain sebagainya.

Proses Pengurusan JKK

  • Apabila terjadi kecelakaan kerja, pengusaha/perusahaan wajib mengisi form BPJS Ketenagakerjaan 3 (laporan kecelakaan tahap I) dan mengirimkan kepada BPJSTK tidak lebih dari 2 x 24 Jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan.
  • Setelah tenaga kerja dinyatakan sembuh atau meninggal dunia oleh dokter yang merawat, pengusaha wajib mengisi form 3a (laporan kecelakaan tahap II) dan dikirim kepada BPJS Ketenagakerjaan tidak lebih dari 2 x 24 jam sejak tenaga kerja dinyatakan sembuh/meninggal.
  • Selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan akan menghitung dan membayar santunan dan ganti rugi kecelakaan kerja yang menjadi hak tenaga kerja atau ahli waris.
  • Form BPJS Ketenagakerjaan 3a berfungsi sebagai pengajuan permintaan pembayaran jaminan disertai bukti-bukti:
  1. Fotokopi kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
  2. Surat keterangan dokter yang merawat dalam bentuk form BPJS Ketenagakerjaan 3b atau 3c
  3. Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan serta kwitansi pengangkutan

Jaminan Kematian (JKm) 

Jaminan Kematian (JKm) BPJS TK memberikan manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Program ini memberikan manfaat kepada keluarga tenaga kerja, seperti Santunan Kematian, Santunan Berkala 24 Bulan, dan Biaya Pemakaman

Proses Pengurusan JKm

Pengusaha atau pihak keluarga dari tenaga kerja yang meninggal dunia mengisi dan mengirim form 4 kepada BPJS Ketenagakerjaan disertai bukti-bukti, antara lain:

  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan Asli tenaga Kerja yang Bersangkutan
  • Surat keterangan kematian dari Rumah sakit/Kepolisian/Kelurahan
  • Salinan atau fotokopi KTP atau SIM dan Kartu Keluarga Tenaga Kerja bersangkutan yang masih berlaku
  • Identitas ahli waris (fotokopi KTP atau SIM dan Kartu Keluarga)
  • Surat Keterangan Ahli Waris dari Lurah atau Kepala Desa setempat
  • Surat Kuasa bermaterai dan fotokopi KTP yang diberi kuasa (apabila pengambilan JKm ini dikuasakan)

Jaminan Hari Tua (JHT) 

Jaminan Hari Tua (JHT) akan memberikan Anda perlindungan dasar terhadap semua resiko ekonomi. Jenis program ini menjadi yang paling populer karena Anda nantinya bisa menikmati dananya jika sudah pensiun. Dana pensiun ini akan dikirimkan setiap bulannya sesuai dengan nilai yang sudah diakumulasikan dari iuran per bulan yang Anda setorkan sebelumnya. Dana JHT bisa Anda dapatkan jika sudah memasuki usia 56 tahun atau mengalami cacat total/ tetap.

Proses Pengurusan JHT

Iuran JHT yang dibayar pemberi kerja tidak dimasukkan sebagai penghasilan karyawan atau tidak menambah penghasilan bruto karyawan.

Iuran JHT yang dibayar sendiri oleh karyawan merupakan pengurang penghasilan bruto bagi karyawan dalam perhitungan PPh karyawan tersebut. Pengenaan pajak akan dilakukan pada saat karyawan yang bersangkutan menerima JHT. 

Setiap permintaan JHT, tenaga kerja harus mengisi dan menyampaikan formulir 5 BPJS Ketenagakerjaan kepada kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat dengan melampirkan:

  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan asli
  • Kartu Identitas diri KTP atau SIM (fotokopi)
  • Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia
  • Fotokopi Paspor
  • Fotokopi VISA
  • Surat keterangan kematian dari Rumah Sakit/Kepolisian/Kelurahan
  • Fotokopi Kartu keluarga
  • Fotokopi surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan
  • Surat pernyataan belum bekerja lagi
  • Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang menjadi Pegawai Negeri Sipil/POLRI/ABRI
Baca juga :  Informasi Lengkap BPJS Ketenagakerjaan Bandung

Jaminan Pensiun (JP) 

Jaminan Pensiun (JP) bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan layak bagi peserta dan ahli warisnya dengan memberikan penghasilan saat peserta sudah memasuki usia pensiun. Jika peserta meninggal, maka akan ada dana santunan untuk ahli waris (2 orang anak) yang diberikan hingga anak berusia 23 tahun. Program ini khusus untuk Peserta Penerima Upah. 

Proses Pengurusan JP

Datang langsung ke kantor cabang BPJS atau secara online

Pastikan Anda membawa dokumen-dokumen sebagai berikut:

  • Mengisi formulir 7 (formulir Jaminan Pensiun). Formulir ini berlaku untuk semua jenis klaim pensiun. Formulir bisa di-download dari situs BPJS Ketenagakerjaan atau bisa didapat dari setiap kantor BPJS Ketenagakerjaan.
  • Melampirkan kartu peserta jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan. Syarat ini berlaku untuk semua jenis klaim jaminan pensiun BPJS. Jika hilang, lampirkan surat keterangan hilang dari kepolisian dan surat pengantar dari perusahaan.
  • Membawa KTP atau surat keterangan dari Disdukcapil jika belum punya e-KTP. Berlaku bagi semua jenis klaim jaminan pensiun BPJS.
  • Membawa kartu keluarga. Ini berlaku bagi semua jenis klaim jaminan pensiun.
  • Membawa referensi kerja/surat PHK/putusan PHI/SK direksi bagi peserta pensiun hari tua. Berlaku bagi semua jenis klaim jaminan pensiun.
  • Buku tabungan asli (dicopy 1 lembar)
  • NPWP (fotokopi)

Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan 

Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan sendiri ada empat (4) jenis di mana masing – masing jenis keanggotaan menentukan besaran iuran yang harus dibayarkan peserta. Iuran BPJS Ketenagakerjaan ini serupa premi yang harus dibayarkan peserta tiap bulan dan pada waktu yang telah disepakati akan dikembalikan kepada peserta sesuai program yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk itu, Anda perlu mengetahui jenis keanggotaan atau kepesertaan yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, yakni sebagai berikut :

Penerima Upah 

PU (penerima upah) adalah setiap pekerja yang menerima gaji, upah, atau imbalan dari perusahaan atau pemberi kerja. Kategori kepesertaan ini termasuk pekerja sektor formal non-mandiri, yaitu PNS (pegawai negeri sipil), TNI/POLRI, karyawan BUMD atau BUMN, karyawan swasta, yayasan, dan juga join venture.

Peserta Penerima Upah (PU) dapat mengikuti 4 program perlindungan ketenagakerjaan dari BPJS secara bertahap, yaitu JHT, JKK, JP dan JKM. Registrasi keanggotaan BPJS ketenagakerjaan dilakukan oleh perusahaan sebagai pihak pemberi kerja.

Dana iuran JKM dan JKK seluruhnya akan ditanggung oleh perusahaan atau pemberi kerja, kemudian iuran JP dan JHT ditanggung oleh kedua belah pihak yakni pengusaha dan pekerja. Iuran dibayarkan oleh pemberi kerja yang dibayarkan (bagi peserta penerima upah), tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja, yang besarannya dievaluasi paling lama 2 (tahun) sekali.

Perusahaan harus tertib melaporkan baik secara lisan (manual) maupun elektronik atas kejadian kecelakaan kepada BPJS Ketenagakerjaan selambatnya 2 kali 24 jam setelah kejadian kecelakaan, dan perusahaan segera menindaklanjuti laporan yang telah dibuat tersebut dengan mengirimkan formulir kecelakaan kerja tahap I yang telah dilengkapi dengan dokumen pendukung.

Besar Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 

  • Besar iuran : 0,24%-1,74% (dari upah yang dilaporkan) 
  • Tingkat risiko sangat rendah : besar iuran 0,24% dari upah yang dilaporkan
  1. Tingkat risiko rendah : 0,54% dari upah yang dilaporkan
  2. Tingkat risiko sedang : 0,89% dari upah yang dilaporkan
  3. Tingkat risiko tinggi   : 1,27% dari upah yang dilaporkan
  4. Tingkat resiko sangat tinggi : 1,74% dari upah yang dilaporkan
  • Besar Iuran Jaminan Hari Tua (JHT)

Besar iuran : 5,7% (dari upah : 2% pekerja, 3,7% pemberi kerja)

  • Besar Iuran Jaminan Pensiun (JP)

Iuran program jaminan pensiun dihitung sebesar 3%, yang terdiri atas 2% iuran pemberi kerja dan 1% iuran pekerja. Upah setiap bulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap.

  • Besar Iuran Jaminan Kematian (JKm)

Besar iuran : 0,3% (dari upah yang dilaporkan)

Bukan Penerima Upah 

Pekerja Bukan Penerima Upah adalah Anda yang bekerja dan juga mendapatkan penghasilan dengan cara melakukan usaha ekonomi atau kegiatan ekonomi secara mandiri.

Kategori peserta ini termasuk meliputi pengusaha/pemberi kerja, pekerja diluar kontrak atau hubungan kerja, pekerja informal, pekerja bukan penerima upah tetap, serta pekerja mandiri, Contohnya bisa seperti Nelayan, petani, pengacara, artis, pekerja industri kreatif, supir angkutan kota dan sebagainya.

Peserta BPU hanya dapat mengikuti 3 dari 4 program yang ada di BPJS yakni JKM, JKK, dan  JHT, yang semua iurannya ditanggung dan dibebankan ke diri sendiri.

  • Besar Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 
  • Besar iuran : 0,21% (berdasarkan nilai proyek) 
  • Besar Iuran Jaminan Hari Tua (JHT)
  • Besar Iuran 2% dari upah yang dilaporkan

Besar Iuran Jaminan Pensiun (JP) Iuran program jaminan pensiun dihitung sebesar 3%, yang terdiri atas 2% iuran pemberi kerja dan 1% iuran pekerja. Upah setiap bulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap.

  • Besar Iuran Jaminan Kematian (JKm)
  • Besar iuran : Rp6.800,-

Jasa Konstruksi

Jasa konstruksi meliputi para pekerja yang bekerja di layanan jasa konsultasi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan konstruksi. Pekerja yang dimaksud adalah yang berstatus PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu), pekerja borongan, dan pekerja harian lepas yang ikut serta dalam sebuah proyek APBN/APBD atas dana internasional, swasta, perorangan, dan lainnya.

Baca juga :  Solusi Mengatasi Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang Hilang

Peserta Jakon atau Jasa Konstruksi hanya dapat mengikuti 2 dari 4 program yang ada di BPJS yakni JKM dan JKK yang semua iurannya ditanggung dan dibebankan ke kontraktor sepenuhnya. 

  • Besar Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 

Iuran ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor dan besarannya mulai dari 0,21% (Berdasarkan nilai proyek)

  • Besar iuran : Rp 370.000,-
  1. 0> nilai proyek >= Rp 100 juta. Iuran senilai : 0,21% nilai proyek (a)
  2. Rp 100 juta > nilai proyek >= Rp 500 juta. Iuran senilai : (a) + 0,17% x nilai proyek (b)
  3. Rp 500 juta > nilai proyek >= Rp 1 miliar. Iuran senilai : (b) + 0,13% x nilai proyek (c)
  4. Rp 1 miliar > nilai proyek >= Rp 5 miliar. Iuran senilai : (c) + 0,11% x nilai proyek (d)
  5. >Rp 5 miliar. Iuran senilai : (d) + 0,09% x nilai proyek
  • Besar Iuran Jaminan Kematian (JKm) 

Iuran ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor dan besarannya mulai dari 0,21% (Berdasarkan nilai proyek)

Besar iuran : Rp 370.000,- 

  1. 0> nilai proyek >= Rp100 juta. Iuran senilai : 0,21% nilai proyek (a)
  2. Rp100 juta > nilai proyek >= Rp 500 juta. Iuran senilai : (a) + 0,17% x nilai proyek (b)
  3. Rp 500 juta > nilai proyek >= Rp 1 miliar. Iuran senilai : (b) + 0,13% x nilai proyek (c)
  4. Rp 1 miliar > nilai proyek >= Rp 5 miliar. Iuran senilai : (c) + 0,11% x nilai proyek (d)
  5. >Rp 5 miliar. Iuran senilai : (d) + 0,09% x nilai proyek

Pekerja Migran 

peserta ketenagakerjaan adalah PMI atau pekerja Migran Indonesia, yang adalah akan, sedang, dan/atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah diluar wilayah Republik Indonesia. Calon/pekerja migran dapat mengikuti dua program perlindungan wajib dari BPJS, yaitu JKM dan JKK. serta boleh menambah program JHT secara sukarela.

  • Besar Iuran Jaminan Kematian (JKm) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 

Besar Iuran : CPMI hanya membayar Rp.370.000,- sebelum berangkat ke negara tujuan, untuk 31 Bulan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dengan rincian sebagai berikut.

  1. Sebelum penempatan ke negara tujuan: JKK + JKm Rp37.500,- per 5 bulan.
  2. Selama dan setelah penempatan: JKK + JKm Rp332.500,- per 5 bulan.
  3. Perpanjangan setelahnya: Rp13.500,- per bulan.
  • Besar Iuran Jaminan Hari Tua (JHT)

Besar Iuran : Rp105.000,- –  Rp600.000,- per bulan.

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan via SMS

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via SMS menjadi sarana yang paling banyak diminati pekerja. Selain mudah dan tidak perlu antri lama –  lama, Anda tidak memerlukan perangkat komputer maupun smartphone untuk melakukan cek saldo melalui SMS ini. Hanya dengan bermodalkan pulsa, Anda dapat mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda dengan segera. Berikut langkah – langkahnya : 

Lakukan registrasi dengan ketik DAFTAR (spasi) SALDO#Nomor KTP#Nama#Tanggal Lahir#No.BPJS Ketenagakerjaan lalu kirimkan ke nomor 2757.  Contoh : DAFTAR SALDO#31910365980xxx#TIARA CERMAT#03-02-1988#123456xxx

Anda akan mendapatkan balasan SMS yang berisi nomor ID

Setelah mendapatkan nomor ID, Anda dapat melakukan cek saldo dengan mengirim SMS kembali ke nomor 2757 dengan format SALDO (spasi) Nomor ID. Contoh : SALDO 123456789

Anda akan menerima balasan SMS yang berisi saldo JHT atau Jaminan Hari Tua Anda

Layanan SMS 2757 hanya dapat digunakan untuk peserta dengan nomor operator Telkomsel, Indosat, dan XL. 

Selain melakukan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda, layanan SMS 2757 juga dapat digunakan untuk mengganti pin BPJS. Berikut langkah – langkahnya :

Ketik DAFTAR (spasi) GANTI (spasi) PIN#Pin Lama#Pin Baru. Contoh : DAFTAR GANTI PIN#123456#987654

Kirimkan ke nomor 2757

Jika Anda ingin mengganti nomor handphone untuk layanan BPJS Ketenagakerjaan Anda, Anda dapat mengikuti langkah – langkah berikut.

Ketik DAFTAR (spasi) GANTI (spasi) HP#Nomor Handphone Lama#Nomor KTP. Contoh : DAFTAR GANTI HP#081234567xxx#31910365980xxx.

Kirim ke nomor 2757

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan via ATM BNI

Jika Anda adalah nasabah Bank BNI, Anda bisa melakukan pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda melalui ATM. Layanan pengecekan saldo melalui ATM ini adalah layanan terbatas untuk nasabah Bank BNI dan layanan ini khusus untuk pengecekan saldo, tetapi tidak melayani pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan. Berikut langkah – langkah pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan. 

  • Kunjungi ATM terdekat 
  • Masukkan kartu debit BNI Anda dan masukkan pin kartu Anda 
  • Pilih menu Informasi dan Mutasi 
  • Pilih menu Selanjutnya
  • Pilih menu Informasi Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 
  • Informasi saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Anda akan muncul di layar ATM dan Anda dapat membacanya

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan via Website

Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via website dapat dilakukan dengan perangkat komputer atau cukup menggunakan smartphone Anda.  Sebelum itu,  pastikan jangkauan internet Anda cukup bagus agar dapat mengakses website dan tidak mengganggu proses akses.  Berikut cara melakukan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via website.

  • Siapkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Anda atau Nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) Anda
  • Kunjungi website resmi BPJS Ketenagakerjaan di www.bpjsketenagakerjaan.go.id atau langsung masuk ke halaman https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/ 
  • Klik menu Layanan Peserta lalu pilih Tenaga Kerja, maka akan muncul pilihan BPJSTKU dan Antrian Online.
cara cek saldo bpjs ketenagakerjaan
  • Untuk melakukan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan, pilih BPJSTKU dan Anda akan diarahkan ke alamat https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/ 
  • Bagi pengguna baru, pilih menu Daftar Pengguna dan isi formulir dengan data registrasi,  seperti Nama, Nomor KTP, dan Nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) atau BPJSTK
Baca juga :  Mengenal Apa itu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
  • Pilih Setuju pada kolom ketentuan penggunaan layanan 
  • Pastikan data terisi dengan lengkap dan benar 
cara cek saldo bpjs ketenagakerjaan
  • Klik Daftarkan atau Submit Data
  • Pilih opsi Lihat Saldo dan tunggu e-mail konfirmasi atau balasan SMS untuk aktivasi akun 
  • Jika sudah mendapatkan SMS atau e-mail konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan, masukkan kode aktivasi dan cek e-mail Anda 
  • Jika akun Anda telah dinyatakan aktif, kembali ke alamat https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/  dan klik Log In
  • Log in menggunakan e-mail dan kata sandi yang telah Anda daftarkan
  • Klik menu Lihat Saldo JHT
cara cek saldo bpjs ketenagakerjaan
  • Masukkan Nomor KPJ atau BPJSTK Anda, lalu klik Submit
cara cek saldo bpjs ketenagakerjaan
  • Jumlah saldo Anda akan muncul di layar dan Anda bisa mengeceknya
  • Setelah selesai, Anda bisa kembali ke menu Home dan melihat menu – menu layanan online BPJS Ketenagakerjaan yang lain, seperti informasi profil Anda, formulir pengajuan klaim secara online, informasi rincian saldo JHT tahunan, simulasi saldo JHT, dan lain sebagainya

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan via Aplikasi BPJSTKU Mobile 

Banyaknya pengguna smartphone menjadikan layananan BPJS Ketenagakerjaan kini hadir dalam bentuk aplikasi untuk mempermudah akses bagi pesertanya. Cara melakukan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via aplikasi BPJSTKU Mobile terbilang mudah, berikut langkah – langkahnya :

  • Download aplikasi BPJSTKU yang tersedia di Playstore atau Apps Store atau dengan klik pada link : https://www.bpjsketenagakerejaan.go.id/mobile/ 
  • Setelah download selesai, install aplikasi BPJSTKU di smartphone Anda 
  • Setelah aplikasi terinstall, buka aplikasi dan klik opsi Log In
  • Jika Anda belum memiliki akun, lakukan registrasi di website resmi BPJS Ketenagakerjaan atau log in menggunakan gmail
  • Jika Anda log in menggunakan akun google, Anda akan menerima e-mail berisi kode verifikasi 
  • Masukkan kode verifikasi yang Anda peroleh ke halaman login aplikasi BPJSTKU dan tekan Enter
  • Anda akan kembali mendapatkan e-mail yang berisi PIN aktivasi
  • Masukkan PIN aktivasi untuk masuk ke akun Anda
  • Masukkan nama, tanggal lahir, nomor KTP, nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) atau nomor BPJSTK, dan nomor telepon Anda
  • Setelah selesai pendaftaran akun gmail Anda, log in kembali ke aplikasi BPJSTKU dan klik opsi Cek Saldo BPJS. Ketenagakerjaan 
  • Informasi jumlah saldo Anda akan muncul di layar dan Anda bisa mengeceknya

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan Datang Langsung ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Cara melakukan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan datang langsung ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan sekilas terlihat kuno alias ketinggalan zaman. Namun, cara ini masih menjadi andalan terutama bagi Anda yang memiliki cukup waktu untuk mengantri.

Beberapa faktor yang mendukung pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan di kantor terdekat adalah adanya gangguan stabilitas jaringan internet, gangguan akses perangkat, baik PC maupun smartphone, kebingungan, dan faktor lain. Berikut cara melakukan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan datang langsung ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

  • Siapkan kartu BPJSTK dan atau Kartu Peserta Jamsostek (KPJ)
  • Kunjungi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat 
  • Ambil nomor antrian sesuai arahan petugas 
  • Tunggu nomor panggilan Anda dipanggil kemudian pergi ke loket yang diinstruksikan
  • Tanyakan kepada petugas loket mengenai saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda atau meminta petugas loket melakukan print slip saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda
  • Tunjukkan kartu BPJSTK dan atau Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) Anda
  • Petugas akan memberikan print slip saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda dan Anda dapat mencermati slip saldo Anda di luar kantor BPJS Ketenagakerjaan 

Cara Klaim Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Saldo BPJS Ketenagakerjaan Secara Offline 

Klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan dapat dilakukan langsung di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dengan cara berikut. 

Datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Siapkan dokumen – dokumen yang diperlukan untuk klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan  lain:

  • KTP
  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu keluarga
  • Surat keterangan berhenti dari tempat kerja
  • Buku tabungan
  • Paspor 

Isi formulir pengajuan klaim yang didapat dari petugas dengan lengkap kemudian kembalikan kepada petugas beserta lampiran dokumen yang telah dibawa sebelumnya.

Anda akan mendapatkan nomor antrian untuk menemui petugas bagian pengajuan klaim.

Petugas pengajuan klaim akan memeriksa kembali semua dokumen Anda. Jika semua dokumen sudah sesuai ketentuan petugas akan memberitahukan waktu pencairan saldo JHT Anda.

Cara Klaim Saldo BPJS Ketenagakerjaan secara Online 

Dengan kemudahan akses internet, klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan kini dapat dilakukan secara online dengan langkah – langkah sebagai berikut :

Siapkan dokumen – dokumen yang diperlukan untuk klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan online lain:

  • KTP
  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu keluarga
  • Surat keterangan berhenti dari tempat kerja
  • Buku tabungan
  • Scan semua dokumen tersebut  kemudian diunggah di situs BPJSTKU. 
  • Setelah data masuk, BPJS Ketenagakerjaan akan  memverifikasi dalam waktu maksimal 1 x 24 jam. Kalau verifikasi sukses, Anda akan menerima pemberitahuan lewat email yang didaftarkan agar datang ke kantor BPJS.
  • Print email pemberitahuan itu dan bawa serta fotokopi dokumen yang sebelumnya di-upload ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk pencairan saldo. 

Bila proses telah dinyatakan selesai, maka Anda akan mendapat pencairan dana ke rekening bank yang didaftarkan dalam waktu sekitar 10 hari kerja.

Add Comment

Leave a Comment