BPJS Kesehatan

Bagaimana Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan?

Apakah Anda pengguna aktif BPJS Kesehatan? Meski ada banyak yang menggunakan BPJS secara aktif, saat ini ada banyak orang pula yang ingin mengetahui bagaimana cara menonaktifkan BPJS Kesehatan. Apakah Anda juga demikian? Jika iya, ketahui dahulu apa yang dimaksud dengan BPJS Kesehatan di bawah ini.

Apa Itu BPJS Kesehatan? 

Saat ini, untuk membantu mengatasi biaya pengobatan yang cukup mahal, Pemerintah Indonesia sudah menyelenggarakan jaminan kesehatan atau yang biasa disebut dengan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan merupakan program nasional yang wajib diikuti oleh semua warga Negara Indonesia. BPJS Kesehatan juga merupakan layanan kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan layanan publik dalam bidang kesehatan. 

BPJS Kesehatan juga berfungsi layaknya asuransi kesehatan bagi setiap masyarakat yang ada di Indonesia. Pasalnya, layanan ini dibuat untuk meringankan beban pengobatan setiap pasien. Khususnya bagi mereka yang tergolong dalam masyarakat kurang mampu dan sulit mendapatkan fasilitas kesehatan akibat alasan tidak adanya biaya.

Kepesertaan BPJS Kesehatan

Sejak awal kemunculan BPJS Kesehatan, memang menuai banyaknya pro dan kontra meski disisi lain dapat memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat yang ada di Indonesia. Hal ini disebabkan tak lain karena masih belum meratanya status kepesertaan BPJS Kesehatan secara menyeluruh. Lantas sebenarnya, siapa saja yang wajib terdaftar menjadi peserta dari BPJS Kesehatan tersebut?

Mengacu pada Undang-undang No.40 tahun 2004 mengenai SJSN atau Sistem Jaminan Sosial Nasional dengan berdirinya JKN maka setiap warga atau masyarakat di Indonesia akan dijamin kesehatannya. Kemudian untuk kepesertaan tersebut bersifat wajib tidak terkecuali bagi masyarakat yang tidak mampu. Pasalnya, ada metode pembiayaan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah.

Dengan adanya aturan tersebut, tentu sudah dapat dimengerti bahwa semua masyarakat Indonesia wajib terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Lantas bagaimana dengan mereka yang hidup dalam garis kemiskinan? Karena BPJS Kesehatan merupakan bagian dari program pemerintah maka setiap iuran dari mereka yang miskin akan ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Dengan begitu, tidak ada alasan lagi untuk tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan meski rakyat miskin sekalipun.

Keluhan Seputar BPJS Kesehatan

Seiring dijalankannya pelayanan BPJS, tak membuat banyak orang merasa cukup puas. Pasalnya ada saja keluhan seputar layanan tersebut. Terlebih tidak sedikit orang yang sudah melakukan iuran rutin setiap bulan meskipun tidak mengalami sakit. Beberapa keluhan lainnya seperti prosedur pelayanan pengobatan yang dianggap membingungkan dan rumit. Tidak heran jika ada banyak yang ingin tahu bagaimana cara menonaktifkan BPJS Kesehatan.

Ada banyak pertanyaan seputar bagaimana cara menonaktifkan BPJS Kesehatan? Bagaimana berhenti dari BPJS Kesehatan? Atau dapatkan melakukan nonaktif pada BPJS Kesehatan? Beberapa orang mungkin mencari tahu melalui laman pencarian Google.

Saat ini sendiri terdapat biaya kenaikan BPJS Kesehatan yang ditujukan untuk kelas 1 dan 2. Biaya kenaikan tersebut akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2020. Tak tanggung-tanggung, biaya kenaikan pun cukup signifikan yakni hingga 100 persen dari biaya sebelumnya. Bagaimana pendapat Anda?

Tentu saja, kenaikan biaya BPJS Kesehatan tersebut terdengar sangat keberatan. Terlebih bagi mereka yang berada dalam ekonomi menengah ke bawah. Namun hal ini sebenarnya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan akibat yang nantinya ditanggung oleh masyarakat saat memutuskan berhenti menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Lantas, sebenarnya apa saja jenis dari kepesertaan BPJS Kesehatan? Anda bisa mengetahuinya di bawah ini!

Jenis-jenis Kepesertaan BPJS Kesehatan

Jika dilihat secara keseluruhan, terdapat dua jenis kepesertaan dari BPJS Kesehatan. Masing-masing tersebut antara lain:

  • PBI atau Peserta Penerima Bantuan Iuran

Merupakan peserta BPJS bagi fakir miskin yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Peserta ini dipilih oleh pemerintah yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah.

  • Non PBI atau Peserta Non Penerima Bantuan Iuran

Peserta ini terbagi menjadi tiga yakni Pekerja Penerima Upah dan anggota keluarganya, Pekerja Bukan Penerima Upah dan anggota keluarganya, dan Bukan Pekerja dan anggota keluarganya.

Umumnya, setiap karyawan yang memutuskan untuk keluar dari perusahaan baik karena kehendak sendiri atau karena di PHK, maka status kepesertaan BPJS Kesehatan akan langsung dinonaktifkan oleh perusahaan tersebut. Pasalnya, jika ada karyawan sebuah perusahaan yang keluar namun kepesertaan tidak segera dinonaktifkan maka tentu saja pihak perusahaan akan terbebani dengan iuran bulanannya.

Dengan begitu, sebuah perusahaan perlu mengetahui bagaimana cara menonaktifkan BPJS Kesehatan. Selain itu, sebuah perusahaan juga perlu memastikan bahwa mereka sudah melunasi seluruh tunggakan. Jika sudah, barulah penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan milik karyawan yang sudah tidak bekerja bisa diproses.

Lantas, apa saja manfaat BPJS Kesehatan bagi seorang karyawan? Di bawah ini merupakan manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan bagi karyawan perusahaan.

Manfaat Kepesertaan BPJS Kesehatan Bagi Karyawan Perusahaan

Seorang karyawan yang mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan tentu memiliki banyak manfaat. Salah satunya setiap karyawan bisa menanggung total 5 anggota keluarga mereka untuk menjadi peserta BPJS Perusahaan. Adapun anggota tersebut meliputi karyawan yang bersangkutan, suami ataupun istri karyawan, dan maksimalnya 3 orang anak. 

Baca juga :  Apa Bedanya BPJS Dengan KIS Gratis Jamannya Pemerintahan Presiden SBY

Kemudian, dalam membayarkan iuran bulanan juga bisa menjadi lebih ringan pasalnya sebagian iuran sudah dibayarkan oleh pihak perusahaan. Apabila dilihat dari jumlah biaya iuran bulanan maka setiap peserta yang terdaftar sebagai anggota BPJS Perusahaan akan jauh lebih ringan jika dibandingkan mereka sebagai peserta BPJS Mandiri. Pasalnya iuran yang mereka bayarkan setiap bulannya harus menjadi tanggungan pribadi.

Sayangnya, menjadi peserta BPJS Perusahaan hanya berlaku untuk sementara. Bagaimana tidak, apabila seluruh persyaratan sudah terpenuhi, kemudian peserta yang bersangkutan sudah dinyatakan keluar dari perusahaan maka kepesertaan BPJS Perusahaan akan langsung dinonaktifkan. Dengan begitu, seorang karyawan bisa mendaftarkan diri kembali untuk menjadi peserta BPJS Perusahaan pada perusahaan yang baru atau beralih menjadi peserta BPJS Mandiri.

Lantas, bagaimana jika seseorang sudah tidak ingin lagi aktif menjadi peserta BPJS Kesehatan? Seorang karyawan bisa menonaktifkan BPJS Kesehatan dengan beberapa cara di bawah ini!

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan Perusahaan 

Mengenai cara menonaktifkan BPJS Kesehatan, kadangkala seorang karyawan sering mengalami banyak kendala. Diantaranya seperti kesulitan dalam mendaftar BPJS Kesehatan baik di perusahaan baru ataupun BPJS Mandiri. Hal ini disebabkan karena status kepesertaan BPJS Kesehatan sebelumnya masih aktif. Umumnya kepesertaan tersebut masih aktif karena pihak perusahaan yang memiliki tunggakan.

Untuk itu, satu-satunya pihak yang mempunyai kekuasaan untuk menonaktifkan BPJS Kesehatan milik karyawan yang sudah keluar adalah perusahaan itu sendiri yang sudah bekerja sama dengan BPJS. Kemudian, pihak BPJS akan melakukan penonaktifan kepesertaan karyawan tersebut. Hal tersebut bisa dilakukan jika memang perusahaan sudah tidak mempunyai tunggakan lagi.

Di bawah ini merupakan cara menonaktifkan BPJS Kesehatan Perusahaan yang bisa Anda ketahui:

  • Berdasar pada Undang Undang yang mengatur tentang Jaminan Sosial Nasional dan Peraturan Presiden bahwa seorang karyawan yang sudah mengundurkan diri ataupun diPHK masih berhak menerima Jaminan Kesehatan dalam rentang waktu setelah resign. Dengan begitu selama 6 bulan tersebut perusahaan masih menanggung sejumlah iuran karyawan bahkan kartu BPJS pun masih bisa untuk Anda gunakan.
  • Jika karyawan yang keluar dari perusahaan atas keputusan pribadi maka ia harus segera mengubah status kepesertaan BPJS Perusahaan. Pasalnya, bagi karyawan yang keluar atas keinginannya sendiri maka perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk menanggung iuran bulan selanjutnya. Agar tidak terjadi tunggakan, maka Anda bisa mengubahnya dengan BPJS Mandiri ataupun PBI.
  • Kemudian jika status kepesertaan masih aktif dan karyawan mengaku kesulitan untuk cara menonaktifkan BPJS Kesehatan dikarenakan perusahaan bangkrut, maka salah satu caranya adalah dengan melapor ke kantor BPJS Kesehatan. Dengan begitu, pihak BPJS pun akan melacaknya kemudian menonaktifkan status kepesertaan dari BPJS Perusahaan. Jika berhasil, maka seorang karyawan tersebut bisa mendaftar kembali menjadi peserta BPJS Mandiri.

Lantas, bagaimana cara menonaktifkan BPJS Kesehatan? Sebenarnya ada beberapa kriteria yang bisa dipenuhi untuk menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Yakni saat peserta tersebut sudah meninggal dunia serta karyawan yang sudah keluar atau diPHK oleh perusahaan mereka. Di bawah ini merupakan cara menonaktifkan BPJS Kesehatan, baik itu bagi peserta yang meninggal dunia ataupun bagi karyawan yang keluar atau diPHK. 

Cara menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan sendiri bisa dilakukan secara offline maupun online. Berikut beberapa cara menonaktifkan BPJS Kesehatan tersebut.

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan secara Online

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan secara online. Beberapa langkah tersebut antara lain:

  • Membuka aplikasi E-Dabu
  • Login menggunakan username dan password
  • Pilih menu Mutasi Peserta
  • Klik Data Peserta
Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan secara Online
  • Kemudian akan muncul semua list peserta
  • Jika sudah tampil pilih nama yang ingin dinonaktifkan
  • Kemudian klik Nonaktifkan Peserta
Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan secara Online

Beberapa langkah di atas bisa Anda lakukan dengan menggunakan aplikasi. Lalu, bagaimana cara menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan secara offline? Bagi peserta yang meninggal dunia bisa menonaktifkan kepesertaannya. Pasalnya mereka sudah berakhir menjadi peserta BPJS dengan begitu tidak memiliki kewajiban lagi dalam membayar biaya iuran setiap bulannya.

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan Karena Meninggal Dunia

Sebelumnya, terdapat beberapa prosedur yang perlu diperhatikan bagi seluruh anggota BPJS yang ingin melakukan penonaktifan peserta BPJS karena meninggal. Untuk mengetahui apa saja prosedur yang ditetapkan, Anda bisa mengikutinya berdasarkan langkah di bawah ini.

  • Pihak keluarga yang sudah meninggal melapor ke kantor BPJS dengan melampirkan surat kematian yang sudah mendapat legalisir dari kelurahan setempat. Proses pelaporan ini berfungsi untuk memperbarui status keanggotaan BPJS secara otomatis. Jika sudah tidak terdaftar maka tidak ada kewajiban dalam membayar iuran yang dibebankan. 
  • Jika pihak keluarga tidak melaporkan kepada kantor BPJS maka pihak BPJS tentu akan menganggap peserta tersebut masih aktif dan wajib membayarkan iuran. Kemudian jika peserta tidak melakukan pembayaran maka pihak BPJS pun bisa melakukan pengancaman dari status peserta anggota keluarganya yang lain.
  • Bagi Anda yang datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk melapor wajib membawa beberapa dokumen yang diperlukan untuk proses penonaktifan kepesertaan.
  • Proses pelaporan ini sendiri hanya bisa dilakukan secara offline atau secara langsung. Dengan begitu, Anda tidak bisa melakukannya secara online. Adapun beberapa dokumen yang harus dibawa adalah:
  • Fotocopy surat keterangan kematian
  • Bukti pembayaran terakhir iuran
  • Kartu BPJS milik peserta yang sudah meninggal
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Kartu identitas keluarga yang sudah meninggal
  • Serahkan beberapa dokumen di atas pada pihak BPJS kemudian petugas akan  melakukan proses pembaruan data kepesertaan yang diinginkan.
  • Sebelum menonaktifkan kepesertaan anggota BPJS yang sudah meninggal dunia, perlu Anda pastikan bahwa iuran rutin pada bulan terakhir sudah dilunasi seluruhnya.
Baca juga :  Bagaimana Cara Mengaktifkan Kepesertaan BPJS PPU Yang Sudah Nonaktif?

Beberapa langkah di atas merupakan cara menonaktifkan kartu BPJS Kesehatan bagi mereka yang sudah meninggal dunia. Lantas, bagaimana jika seseorang ingin berhenti menjadi anggota BPJS Kesehatan tanpa adanya alasan?

Cara Berhenti Menjadi Anggota BPJS Kesehatan Tanpa Alasan

Seperti yang Kita ketahui alasan yang paling mudah untuk menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan adalah sudah meninggal dunia. Pasalnya, saat ini seluruh masyarakat yang ada di Indonesia sudah diwajibkan untuk memiliki dan terdaftar sebagai anggota BPJS. Kemudian jika mereka ingin berhenti menjadi anggota BPJS Kesehatan tanpa adanya alasan maka hal ini tentu bukan cara yang tepat.

Pemerintah sendiri tidak memberikan izin untuk berhenti menjadi peserta dari BPJS Kesehatan tersebut. Untuk itu, tidak ada alasan lagi untuk Anda berhenti dari keanggotaan tersebut atau harus berurusan dengan hukum. Hal ini sendiri sudah disesuaikan dengan PerPres RI No.111 Tahun 2013 yakni dengan menjadi anggota dari BPJS Kesehatan adalah hal yang wajib untuk dilakukan.

Tidak hanya sampai disitu saja, pasalnya setiap anggota yang dengan sengaja menonaktifkan keanggotaan BPJS mereka dengan tidak membayar iuran rutin bulanan sama sekali maka tidak hanya akan berurusan dengan pihak hukum namun anggota tersebut juga tidak bisa mendapatkan pelayanan penuh atas layanan BPJS yang ada. Baik itu dalam hal UGD hingga rawat inap.

Namun dari itu, beberapa orang juga sudah menyatakan bahwa pelayanan memakai layanan BPJS ternyata dianggap kurang memuaskan. Hal ini diketahui jika dibandingkan dengan membayar biaya kesehatan secara mandiri. Akan tetapi, hal tersebut tentu tidak berlaku pada seluruh tempat pelayanan kesehatan. Pasalnya, masih ada tempat yang mampu memberikan pelayanan mereka dengan cukup baik dan memuaskan.

Dengan pelayanan peserta BPJS Kesehatan yang baik dan memuaskan maka Anda tidak akan merasa dirugikan. Untuk itu, Anda bisa memilih tempat yang memang memberikan pelayanan BPJS Kesehatan yang baik. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa untuk melakukan penonaktifan anggota BPJS Kesehatan tidak bisa dilakukan dengan tanpa alasan yang jelas.

Terkecuali beberapa alasan kuat seperti peserta sudah meninggal dunia, jika Anda tidak ingin berurusan dengan pihak hukum ataupun memperoleh risiko lebih besar di kemudian hari. Untuk itu, jika Anda tidak ingin mendapatkan hal yang tidak mengenakan tersebut diharapkan untuk tetap membayar iuran secara rutin setiap bulannya.

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan Sesuai dengan Prosedur

Seperti pada penjelasan sebelumnya bahwa memang jika peserta BPJS Kesehatan dinyatakan sudah meninggal dunia maka keanggotaannya sudah dianggap tidak aktif sebagai peserta. Namun hal tersebut berlaku bagi anggota keluarga yang sudah melaporkan kematiannya. Jika anggota keluarga tidak melakukan konfirmasi ke kantor BPJS terdekat maka tentu saja iuran rutin setiap bulanan tetap dibebankan kepada peserta meski ia sudah meninggal.

Hanya saja jika mereka masih hidup dan tidak melakukan pembayaran iuran secara bulanan atau bahkan mengalami iuran yang menunggak maka secara otomatis kepesertaan tersebut akan nonaktif sementara hingga semua tagihan tersebut sudah dilunasi. Namun bukan berarti seseorang tersebut bebas dari tagihan dan sudah berhasil keluar dari keanggotaan.

BPJS sendiri merupakan layanan wajib yang harus diikuti oleh seluruh masyarakat yang Anda di Indonesia. Hanya saja jika Anda agak keberatan dengan adanya kenaikan biaya maka Anda bisa melakukan perubahan status menjadi Penerima Bantuan Iuran atau PBI. Namun jika Anda ingin juga menonaktifkan BPJS PBI maka bisa dilakukan dengan beberapa langkah di bawah ini.

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan PBI

Bagi Anda yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran atau PBI maka Anda tentu akan mendapatkan jaminan kesehatan sesuai dengan Undang-Undang SJSN untuk fakir miskin dan orang tidak mampu. Dengan begitu, setiap iuran yang dibayarkan akan menjadi kewajiban pemerintah setiap bulannya untuk peserta dengan BPJS Kesehatan PBI.

Untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan PBI sendiri sudah ditetapkan pemerintah dengan kriteria yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah pula. Namun, mungkin sebagian dari Anda ingin menonaktifkan BPJS Kesehatan PBI yang dimilikinya. Bagaimana cara menonaktifkan kepesertaan tersebut? Anda bisa mengetahuinya pada langkah-langkah di bawah ini!

  • Langkah pertama yang harus dilakukan peserta untuk menonaktifkan BPJS PBI adalah dengan melalui beberapa prosedur yang sudah ditentukan.
  • Jika Anda sudah terdaftar menjadi peserta maka dalam pengalihan dari peserta tersebut bisa dilakukan dengan cara melaporkan pada bagian Dinas Sosial terdekat agar Anda bisa mengeluarkan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI.
  • Bagi Anda yang sudah melaporkannya maka data kepesertaan akan dilakukan rekonsiliasi oleh Kementerian Sosial dalam 6 bulan sekali.
  • Jika proses rekonsiliasi sudah selesai dilakukan dan data dari peserta sudah dikeluarkan dari anggota BPJS Kesehatan PBI, maka peserta bisa langsung memberikan laporan terkait pada bagian kantor cabang BPJS Kesehatan untuk bisa mendaftar lagi menjadi peserta BPJS Mandiri.
Baca juga :  Batas Pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Setiap Bulan

Seperti yang diketahui bahwa dalam menonaktifkan BPJS Kesehatan ini berbayar dan tidak dapat dilakukan kecuali sudah meninggal dunia, maka Anda perlu rutin dalam membayarkan iuran BPJS setiap bulannya. Untuk kemudahan pembayaran, Anda juga membayarkan iuran bulanan setiap bulan secara online.

Selain itu, cara lain untuk berhenti dari kepesertaan BPJS Kesehatan adalah dengan tidak membayar lagi membayar tagihan BPJS Kesehatan. Dengan begitu maka secara otomatis dapat menonaktifkan status kepesertaan yang ada. Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika peserta tersebut di kemudian hari sakit kembali? 

Sebenarnya permasalahan tentang pemberhentian status kepesertaan BPJS Kesehatan ini sudah muncul sejak lama. Sementara jawabannya tetap sama yakni dengan berhenti membayar iuran rutin setiap bulannya. Hanya saja hal tersebut akan berlaku untuk sebenarnya. Pasalnya saat ini masyarakat di Indonesia sudah terikat dengan Peraturan Presiden yang mewajibkan untuk mendaftar BPJS.

Dalam situs resmi miliki BPJS sendiri dikatakan bahwa jika tidak mendaftar sebagai peserta BPJS maka Anda tidak akan mendapatkan pelayanan publik lainnya. Seperti pembuatan paspor, pembuatan SIM, dan masih banyak lagi. Untuk itu ada baiknya setiap warga Indonesia untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Pada intinya BPJS Kesehatan bisa didaftarkan mulai dari usia anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Hanya saja BPJS menekankan pada masyarakat agar mendaftarkan diri sesuai dengan kemampuannya sehingga terdaftar dalam kelas yang sesuai. Bagi Anda yang tidak mampu membayar iuran setiap bulannya, maka Anda bisa memilih mendaftar menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran atau PBI. Dengan begitu, pemerintahlah yang akan membayarkan iuran BPJS peserta.

Untuk besaran iuran sendiri terdiri dari beberapa kelas :

  • Sebesar Rp 80.000 untuk Kelas 1
  • Sebesar Rp 51.000 untuk Kelas 2
  • Sebesar Rp 25.500 untuk Kelas 3

Dibalik dibayarkannya iuran rutin tersebut memang masih banyak masyarakat yang merasa dirugikan oleh BPJS Kesehatan. Pasalnya, dengan konsep gotong royong yang mana orang-orang sehat terus membayar iuran rutin bulanan yang secara tidak langsung akan menolong orang yang sedang dalam keadaan sakit.

Dengan begitu, dapat diartikan bahwa baik orang tersebut dalam keadaan yang sehat ataupun sakit tetap memiliki kewajiban dalam membayar iuran sesuai kelas yang sebelumnya dipilih. Hanya saja faktanya masih ada banyak orang yang merasa dirugikan. Tak heran jika beberapa orang tersebut secara sengaja menunggak iuran. 

Saat ini sendiri pemerintah akan berencana untuk menaikkan harga iuran. Dalam beberapa daerah pun beberapa warga mulai mengajukan untuk turun kelas. Disisi lain masih banyak pula masyarakat yang belum terdaftar. Selain itu, masih ada persoalan lain menyangkut keramahan petugas yang sering membeda-bedakan sesuai kelasnya.

BPJS Kesehatan dianggap melakukan perawatan pada kelas bawah dengan alasan kamar yang sudah penuh. Terlebih lagi, dokter-dokter pada fasilitas kesehatan seringkali hanya menanyakan apa yang dikeluhkan pasien kemudian langsung memberikan resep obat. Yakni dengan tanpa menyentuh ataupun sekedar melakukan pemeriksaan pada pasien secara umum. Tentu saja hal tersebut termasuk diskriminasi pelayanan dalam bidang kesehatan.

Lantas, seperti apa solusi yang ditawarkan oleh pihak BPJS Kesehatan:

Solusi yang Ditawarkan BPJS Kesehatan

Apabila peserta BPJS Kesehatan mendapati masalah dalam membayar iuran setiap bulannya, maka ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan bagi mereka sebagai peserta mandiri. Yakni dengan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran atau PBI. Dengan begitu, iuran BPJS Kesehatan akan ditanggung dan dibayarkan oleh pemerintah.

Untuk itu, jangan ragu lagi menjadi peserta dari BPJS Kesehatan. Jangan lupa juga untuk senantiasa membayar iuran setiap bulannya sesuai kelas yang sudah dipilih sebelumnya. Bagi peserta yang yang tidak bisa berhenti atau keluar dari BPJS Kesehatan maka status kepesertaannya akan dinonaktifkan atau dihentikan sementara apabila tidak melunasi iuran bulanan.

Namun dengan dinonaktifkan status kepesertaan tersebut bukan berarti peserta sudah terlepas dari tagihan biaya iuran. Peserta yang dengan sengaja menunggak harus tetap membayar tagihan yang belum terlunasi. Jika status diberhentikan, maka peserta tersebut tidak bisa lagi menggunakan layanan dari BPJS Kesehatan terlebih saat ingin berobat secara gratis.

Jika Anda memiliki tunggakan iuran selama 1 tahun, maka semua tagihan harus dilunasi terlebih dahulu dengan cara kontan. Artinya, dalam hal ini Anda harus melunasinya sekaligus tanpa mencicil. Kemudian jika tunggakan sudah selesai Anda lunasi maka status kepesertaan Anda sebagai anggota BPJS Kesehatan akan aktif kembali. Anda pun bisa menggunakan kartu tersebut untuk berobat.

Kemudian jika Anda sudah tidak mampu lagi dalam membayar biaya iuran setiap bulannya, baik itu akibat berhenti bekerja atau alasan lainnya Anda bisa mengubah status menjadi peserta PBI. Dengan begitu setiap iuran bulanan BPJS Kesehatan Anda akan dibayarkan dan ditanggung oleh pemerintah. Kemudian jika Anda ingin pindah maka harus melunasi tunggakan yang ada sebelumnya terlebih dahulu.

Add Comment

Leave a Comment