BPJS Kesehatan

Apakah Crown Gigi Dapat Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan?

Banyak orang-orang Indonesia yang sering bertanya, “Apakah Crown Gigi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan?” Yuk ikuti terus artikel dibawah ini untuk mencari tahu jawabannya.

ISTILAH CROWN GIGI DAN APAKAH LAYANAN CROWN GIGI DAPAT DITANGGUNG OLEH BPJS KESEHATAN?

Crown Gigi atau yang biasa disebut sebagai mahkota gigi adalah gigi tiruan yang digunakan untuk mengganti gigi rusak. Cara untuk memasang crown gigi adalah memasangnya pada permukaan gusi untuk menutupi bagian gigi yang rusak dan berfungsi sebagai permukaan gigi yang baru.

apakah crown gigi ditanggung bpjs

Crown gigi ini bisa dipasang secara permanen dan biasanya terbuat dari bahan resin, porselen, keramik, atau metal. Tetapi jika Anda memasang crown gigi, dokter-dokter biasanya kurang menjelaskan masing-masing manfaat dan kegunaannya. Sehingga terdapat risiko tinggi dari pemasangan crown gigi.

Tetapi, layaknya crown gigi atau mahkota gigi, pemasangan gigi ini dapat memperbaiki penampilan dan melindungi gigi dibawahnya agar terhindar dari kerusakan yang cukup parah. Hal ini dikarenakan karena crown gigi dipasang untuk menutup bagian lama gigi yang rusak.

Crown gigi juga biasanya dicetak sesuai dengan kondisi gigi. Sebelum akan dipasang, dokter akan menggunakan obat bius di sekitar gigi. Biasanya proses pencetakan akan membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu. Dan pada sesi selanjutnya, dokter akan menaruh crown gigi permanennya.

Nah yang menjadi pertanyaannya, apakah crown gigi dapat ditanggung oleh BPJS kesehatan? 

Pemasangan crown gigi banyak yang dipertanyakan oleh masyarakat Indonesia. Bahwa apakah pemasangan gigi ini bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan Indonesia. 

Baca juga :  Perbedaan Kelas BPJS Kesehatan

Jawabannya adalah Anda ternyata bisa memasang crown gigi dengan ditanggung BPJS Kesehatan!

Secara umum, pemasangan gigi palsu atau crown gigi merupakan salah satu pelayanan tambahan dan mempunyai batasan biaya untuk para pengguna BPJS. Penggantian gigi menjadi gigi palsu akan ditanggung oleh BPJS berdasarkan wujud dana subsidi yang sudah diatur dalam beberapa ketentuan yang berlaku. 

Besarnya subsidi yang akan diberikan pun tergantung pada seberapa banyak jumlah gigi palsu yang akan ditambah. Untuk 1 sampai 8 gigi, BPJS akan memberikan biaya sebesar Rp. 250.000,- per rahang. Sedangkan untuk 9-16 gigi BPJS akan memberi subsidi sebesar Rp. 500.000,-. Dan untuk dua rahang, BPJS akan memberikan subsidi sebesar Rp. 1.000.000,-

PROSEDUR PENGGUNAAN BPJS UNTUK CROWN GIGI

Datangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Satu

Anda bisa mengunjungi Puskesmas terdekat melakukan layanan kesehatan gigi disana. Tetapi jika ternyata Puskesmas dekat rumah Anda belum ada layanan gigi, Anda juga bisa mendatangi salah satu dokter spesialis gigi terdekat yang sudah terdaftar atau bekerja sama dengan BPJS.

Disini, Anda bisa melakukan pendaftaran dengan cara mengisi Daftar Isian Peserta yang telah disiapkan. Dan setelah mengisi, Anda akan langsung bisa melakukan pemeriksaan gigi bersama dokter gigi di puskesmas tersebut.

Keuntungan menggunakan BPJS untuk layanan kesehatan gigi adalah Anda bisa mengganti faskes minimal 3 bulan setelah pendaftaran faskes yang pertama.

Proses Pemeriksaan

Anda akan langsung melakukan proses pemeriksaan gigi bersama dokter gigi setempat. Dan setelah selesai, Anda wajib menandatangani bukti pemeriksaan yang telah diberikan oleh Fasilitas Kesehatan tersebut .

Kemudian, Anda bisa melanjutkan proses pemeriksaan gigi dengan anjuran yang telah diberikan. Jika memang butuh, Anda akan menerima surat rujukan dari dokter gigi untuk resep obat. 

Baca juga :  Ketahui Jam Buka Kantor BPJS Kesehatan, Biar Tak Salah Jam

Lakukan Pemeriksaan Gigi Yang Rutin

Untuk kesehatan gigi yang sempurna, jangan lupa lakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi secara rutin ya! Minimal 1 bulan sekali.

Nah itu dia seputaran informasi tentang layanan crown gigi dan cara penggunaan BPJS. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian semua dan dapat menjawab pertanyaan “Apakah Crown Gigi dapat ditanggung oleh BPJS?” ya!

Leave a Comment