BPJS Kesehatan

Apa Saja Penyakit Yang Tidak Ditanggung Oleh BPJS?

Meskipun ada beberapa penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS. Namun terdaftar sebagai pengguna atau peserta BPJS merupakan faktor yang penting. BPJS merupakan program pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat.

Dimana masyarakat peserta BPJS diwajibkan membayar iuran sesuai dengan kelas yang dipilih. Kelas 1 setiap bulan wajib membayar iuran sebesar 42.000, kemudian untuk kelas 2 setiap bulan membayar iuran sebesar 110.000 sedangkan peserta dengan kelas 3 membayar tagihan sebesar 160.000 per bulan. Apa saja biaya penyakit yang tidak di cover oleh BPJS? Berikut penjelasannya:

4. penyakit yang tidak ditanggung bpjs

Penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS

Penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS wajib diketahui khususnya bagi pengguna BPJS. Aturan tersebut sudah tertulis jelas sesuai pasal 52 Peraturan Presiden (Perpes) Nomor 28 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Berikut ini beberapa penyakit yang tidak mendapat jaminan dari BPJS:

  • Semua pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan undang-undang (adanya rujukan permintaan pribadi ataupun adanya pelayanan kesehatan yang menyalahi aturan undang-undang).
  • Pasien yang melakukan pengobatan atau perawatan di rumah sakit yang tidak ada hubungan kerja sama dengan BPJS kecuali jika keadaan gawat darurat.
  • Pasien yang menderita penyakit atau cedera karena kecelakaan kerja sehingga sudah mendapat jaminan kecelakaan kerja dari perusahaan atau tempat pemberi kerja.
  • Pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas dimana biaya pengobatan yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas tidak lagi di tanggung oleh BPJS.
  • Pasien yang melakukan pengobatan di luar negeri.
  • Pasien yang melakukan pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk estetika dalam artian melakukan operasi plastik.
  • Pelayanan dalam mengatasi kemandulan atau infertilitas salah satunya rencana atau program bayi tabung.
  • Pelayanan kesehatan untuk merawat gigi seperti meratakan gigi atau ortodonsi.
  • Masalah kesehatan atau penyakit yang disebabkan akibat dari ketergantungan obat-obatan terlarang maupun alkohol.
  • Adanya gangguan kesehatan atau penyakit yang mana bagian dari efek sengaja menyakiti diri sendiri maupun efek dari melakukan hobi atau kegiatan yang sifatnya membahayakan diri sendiri.
  • Semua pengobatan yang dilakukan pasien yang tidak memenuhi standar atau masih diragukan keefektifitasannya berdasarkan penilaian teknologi kesehatan seperti pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional.
  • Pengobatan atau pelayanan kesehatan  medis yang masuk dalam kategori percobaan atau eksperimen.
  • Semua kebutuhan pasien yang meliputi obat dan alat kontrasepsi maupun keperluan kosmetik.
  • Semua urusan perbekalan kesehatan rumah tangga seperti masker, antiseptik dan lain sebagainya.
  • Semua pelayanan kesehatan yang diberikan karena efek dari bencana alam yang masih pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau adanya wabah seperti penyebaran virus dan lain sebagainya.
  • Pelayanan kesehatan akibat dari adanya kejadian atau tindakan yang tidak diharapkan yang seharusnya dapat dicegah seperti korban begal, tawuran, pengeroyokan dan lain sebagainya.
  • Semua pelayanan kesehatan yang bertujuan diadakannya kegiatan bakti sosial seperti sunat masal dan lain sebagainya.
  • Semua pelayanan kesehatan yang ada karena tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban akibat tindakan terorisme, dan akibat perdagangan manusia yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Semua pelayanan kesehatan yang ada hubungan atau keterkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia atau TNI, dan juga Polri.
  • Semua pelayanan yang tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.
  • Semua pelayanan kesehatan yang sudah dalam tanggungan program lain.
Baca juga :  BPJS Kesehatan Jakarta, Alamat dan Nomor Telepon yang Bisa Dihubungi

Demikian itu adalah beberapa pelayanan kesehatan atas penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment