BPJS Ketenagakerjaan

Alasan Mengikuti Program BPJS Ketenagakerjaan beserta Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan secara Mandiri

BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program dari pemerintah yang telah berjalan sejak tahun 2014 untuk memberikan jaminan sosial kepada pekerja Indonesia. Program ini mengharuskan pesertanya untuk melakukan cara daftar BPJS Ketenagakerjaan dengan baik dan benar untuk bisa merasakan manfaatnya. Organisasi atau lembaga perusahaan yang menghargai jasa karyawan mempunyai kewajiban membuatkan kartu BPJS untuk karyawannya.

cara daftar BPJS Ketenagakerjaan

Pasalnya BPJS Ketenagakerjaan memiliki beragam program yang sangat bermanfaat untuk pekerja dan memberikan jaminan kepada mereka di hari tua dan agar lebih aman saat bekerja. Beberapa program BPJS Ketenagakerjaan untuk para pekerja di antaranya mulai dari jaminan kematian, jaminan pensiun, jaminan kecelakaan kerja dan JHT. 

Kewajiban perusahaan bukan hanya melakukan cara daftar BPJS Ketenagakerjaan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga bertanggung jawab untuk ikut mengatur iuran atau tagihan BPJS Ketenagakerjaan. Pada dasarnya semua karyawan Indonesia wajib mendaftarkan di program BPJS Ketenagakerjaan baik karyawan formal maupun informal seperti pengusaha.

Bagi para pekerja yang mendapatkan upah bulanan dari perusahaan, maka tanggung jawab membayar iuran ditanggung oleh kedua belah pihak melalui pemotongan gaji, sedangkan bagi pekerja mandiri maka kewajiban iuran dibayarkan oleh pribadi atau secara mandiri. Melalui iuran tersebut, para pekerja bisa merasakan manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Mengapa Harus Mengikuti Program BPJS Ketenagakerjaan?

Sebelum mengetahui cara daftar BPJS Ketenagakerjaan, Anda juga harus tahu alasan mengapa sangat penting mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja di Indonesia. Pasalnya program dari pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan ini memiliki banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh para pekerja Indonesia. 

Adapun berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa harus mengikuti program BPJS ketenagakerjaan yang harus Anda ketahui, diantaranya yaitu:

1. Tidak Khawatir dengan Biaya Risiko Musibah yang Dialami Ketika Bekerja

Setiap pekerjaan pasti memiliki risiko bagi pekerjanya apalagi jika Anda bekerja di sebuah perusahaan bidang konstruksi. Meski tidak ada yang mengharapkan Kecelakaan terjadi ketika bekerja, namun musibah datang begitu saja dan tidak diketahui kapan jatuhnya. 

Jika musibah terjadi bukan hanya pekerja saja yang menanggung kesulitan tetapi juga para keluarganya karena harus memikirkan biaya pengobatan akibat musibah yang dialami. Dengan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, maka peserta yang terkena musibah pekerjaan akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

Hal tersebut setidaknya mengurangi beban sosial yang dirasakan oleh pekerja dan keluarga bersangkutan. Sehingga keluarga dari pekerja, tidak perlu khawatir mengenai biaya yang harus dikeluarkan ketika terjadi bahaya 

2. Mempunyai Kepastian Ketika Pensiun 

Memasuki hari tua atau pensiun, mungkin seseorang tidak sanggup untuk bekerja lagi, hal ini menimbulkan kekhawatiran jika seseorang tersebut memiliki banyak tabungan atau beban biaya yang harus dipikul. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, maka pekerja akan mendapatkan kepastian dalam menghadapi hari tua dan pensiun. hal ini bisa dilihat dari pemberian manfaat program BPJS Ketenagakerjaan jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Jaminan pensiun sendiri merupakan jaminan yang diberikan kepada pekerja ketika mereka memasuki usia pensiun yaitu 56 tahun. Tujuan adanya program ini yaitu memberikan kelayakan hidup kepada pekerja ketika pensiun atau mengalami cacat total tetap. 

Program ini memberikan bayaran kepada pekerja sejak pensiun selama 180 bulan dan jika pekerja telah mengalami meninggal dunia, maka akan diwariskan kepada keluarga yang bersangkutan. Sedangkan pada jaminan hari tua, karyawan akan menerima hasil dari iuran dan pengembangannya yang dibayarkan.

3. Pelayanan Prima

Dalam memberikan layanan, BPJS Ketenagakerjaan mengutamakan pelayanan prima kepada pesertanya. Hal ini membuat para peserta merasa puas mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan dan merasa terbantu dengan pelayanannya.

4. Terbuka untuk Seluruh Pekerja Indonesia

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa BPJS Ketenagakerjaan ini wajib dan terbuka untuk seluruh pekerja Indonesia, baik untuk pekerja yang mendapatkan upah maupun pekerja mandiri atau pekerja lepas seperti tukang ojek, petani, pedagang dan lainnya. Untuk menjadi peserta, Anda hanya perlu melakukan cara daftar BPJS Ketenagakerjaan yang baik dan benar.

Syarat dan Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Untuk para pekerja perusahaan yang mendapatkan gaji setiap bulan akan didaftarkan sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaan langsung. Namun untuk pekerja mandiri tidak bergantung pada perusahaan bisa mendaftarkan diri secara mandiri sebagai pekerja bukan penerima upah atau BPU.

Cara daftar BPJS Ketenagakerjaan sendiri dinilai sangat mudah dan tidak repot, karena bisa dilakukan secara online. Anda hanya perlu membuka website resmi BPJS dan membuka menu Daftar. Selanjutnya akan muncul beberapa pilihan termasuk pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja lepas.

Namun sebelumnya Anda juga harus memenuhi persyaratannya terlebih dahulu. Berikut syarat daftar BPJS Ketenagakerjaan, di antaranya yaitu

  • Melampirkan surat izin usaha yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat (jika ada/tidak wajib). 
  • Salinan kartu keluarga atau KK setiap pekerja
  • Melampirkan 1 lembar pas foto pekerja dengan ukuran 2×3 

Setelah menyiapkan berbagai persyaratan atau dokumen yang dibutuhkan, Anda tinggal melakukan cara daftar BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri. Bagi Anda yang belum tahu caranya, silahkan ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

  1. Mengunjungi situs website resmi BPJS Ketenagakerjaan yaitu di http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  2. Setelah membuka situs tersebut Anda akan mendapatkan tampilan website BPJS Ketenagakerjaan, dan klik menu “Daftarkan Saya“.
  3. Tunggu beberapa saat Anda akan mendapatkan tampilan 4 opsi yang harus dipilih, mulai dari Pekerja Migran (TKI), Individu (Pekerja BPU), Perusahaan (Pemberi Kerja), Jasa Kontruksi (JAKON). Anda bisa memilih Individu (Pekerja BPU), jika merupakan seorang pekerja lepas atau pekerja mandiri. 
  4. Setelah itu, Anda akan mendapatkan formulir pendaftaran yang harus diisi. Formulir tersebut berisi dari profil pekerja, informasi pekerja, konfirmasi pendaftaran hingga melakukan pembayaran.
  5. Setelah semua tahapan dilakukan dengan baik dan registrasi selesai, maka pendaftaran online juga selesai dan Anda sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan
  6. Maka langkah selanjutnya yaitu Anda hanya perlu membawa dokumen yang dibutuhkan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat yang ada di lokasi Anda.

Itulah beberapa alasan mengapa Anda harus mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan beserta syarat dan cara daftar BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri yang bisa Anda lakukan. Program BPJS Ketenagakerjaan ini memberikan banyak manfaat bagi pesertanya sehingga sayang untuk dilewatkan. 

Setelah terdaftar sebagai anggota peserta BPJS, adalah perlu menjalankan kewajiban pembayaran iuran atau tagihan BPJS Ketenagakerjaan secara rutin. Jika Anda merupakan karyawan perusahaan maka pembayaran iuran juga ditanggung oleh pemberi kerja/perusahaan, namun jika pekerja mandiri maka Anda bisa membayar sendiri. Pembayaran iuran ini akan diolah kembali untuk memberi manfaat pada peserta BPJS ketenagakerjaan.

Leave a Comment